Logo Datakita.co

Tegas! IDI Makassar Tolak Sekolah Tatap Muka, Tunggu Guru dan Anak Didik Divaksin Covid

Fadli
Fadli

Selasa, 23 Februari 2021 10:27

Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab Sp.KK (K)
Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab Sp.KK (K)

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Muhammad Jufri sedang mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap. Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK.

Namun, rencana Disdik Sulsel ini mendapat penolakan keras dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Ketua IDI Kota Makassar dr Siswanto Wahab Sp.KK mengatakan saat ini kasus virus Corona (Covid-19) masih terbilang tinggi.

“Apapun alasannya kita bicara fakta dimana positive Rate 38,16 di Indonesia, artinya 10 orang dilakukan testing swab/PCR akan ada 4 orang positif, standar WHIO hanya 5 persen,” kata Siswanto Wahab didampingi humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH MKes, dalam rilisnya, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, katanya, angka Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia dan Makassar sebagai epicentrum.

Karena itulah, IDI Makassar menolak kebijakan tatap muka bagi sekolah di Kota Makassar.

“Atas dasar itu IDI Makassar menolak kebijakan tatap muka, baik secara bertahap atau sekaligus,” ujar Dokter Anto, sapaan akrabnya.

Menurut dokter ahli kulit ini, ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak yakni hak anak hidup, hak anak sehat, dan hak anak mendapatkan pendidikan.

“Guru saja belum divaksin apalagi siswa, siapa yang mau bertanggung jawab jika anak-anak kena Covid-19. Anak-anak bisa terpapar di sekolah, bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah, setelah itu membawa virus ke keluarga. Dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga,” bebernya.

IDI Kota Makassar mendukung kebijakan yang dikeluarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) akhir tahun 2020 yang menegaskan perlu adanya sejumlah hal yang diperhatikan dan dilakukan yang mencakup dukungan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak, yakni penundaan pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka sampai guru dan peserta didik semua sudah divaksin Covid-19.

“Tunda pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka sampai guru dan peserta didik semua sudah divaksin Covid-19. Dan tentu saja ini memiliki andil sangat besar untuk menurunkan transmisi,” jelas Dokter Anto.

Dijelaskannya, seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19.

“Idealnya untuk Sulawesi Selatan, 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR di luar pemeriksaan penderita positif Covid-19. Setelah itu kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah,” paparnya.

Selain itu, mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril.

“Intinya IDI Makassar menolak kebijakan buka sekolah saat Covid-19 masih tinggi di Sulsel,” pungkas Dokter Anto.

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...
MAKASSAR03 Juni 2026 14:41
Petugas Gerak Cepat Angkut Sampah, Kini Pesisir Pantai Losari Kembali Bersih
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak merespons laporan aduan di media sosial (medsos) terkait tumpukan sampah yan...