Tarif Petepete Naik, Alasannya Kendaraan Tidak Gunakan Premium
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tarif angkutan kota (angkot) alias petepete di Kota Makassar mengalami kenaikan. Alasannya, hal itu dilakukan untuk menutupi biaya operasional setelah mereka mengalihkan bahan bakar dari Premium ke Pertalite.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar, Zainal Abidin mengatakan, sudah ada sejumlah angkutan dari beberapa jalur yang menaikkan tarifnya. Rata-rata kenaikan tarif berkisar Rp2 ribu.
“Untuk saat ini rata-rata ada kenaikan Rp2 ribu. Dari harga Rp5 ribu jadi Rp7ribu,” kata dia, Kamis (4/11/2021).
Zainal menjelaskan, hilangnya ketersediaan Premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) membuat sopir petepete terpaksa beralih menggunakan Pertalite yang tak disubsidi.
“Ini saya lihat pemerintah diam-diam saja. Daripada kami ribut di jalan lebih baik kami sesuaikan harga saja,” jelas Zainal.
Zainal juga menyayangkan tak ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait disetopnya penyaluran Premium yang dihargai Rp6.450 di SPBU.
“Pertalite Rp7.850 sementara pengemudi angkot ini sudah menggunakan Pertalite, makanya kita lakukan penyesuaian tarif supaya mereka juga tidak terlalu dirugikan,” tambahnya.