Logo Datakita.co

Sosialisasi Nilai Kebangsaan, Cicu Ajak Warga Makassar Terapkan PHBS

Aditya
Aditya

Jumat, 28 Januari 2022 17:36

Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi sosialisasikan Nilai-Nilai Kebangsaan "Kesehatan", di Hotel Aswin Makassar, Jumat (28/1/2022).
Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi sosialisasikan Nilai-Nilai Kebangsaan "Kesehatan", di Hotel Aswin Makassar, Jumat (28/1/2022).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Mengawali agenda tahun 2022, anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi menggelar sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan tentang “Kesehatan”, di Hotel Aswin, Kelurahan Maradekayya Selatan, Makassar, Jumat (28/1/2022).

Dalam sosialisasi kali ini, Rachmatika Dewi mengatakan sehat itu sangat mahal. Sehingga, setiap masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Sehat itu mahal, orang yang punya uang sebayak apapun juga kalau tidak sehat itu sama saja tidak ada gunanya. Makanya mari terus jaga kesehatan kita,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Cicu ini juga menyampaikan bahwa yang perlu diketahui terlebih dahulu perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya diterapkan di tempat umum saja.

“Paling pertama dalam menerapkan PHBS itu kita mulai dari keluarga atau rumah tangga, karena dari keluarga lah pasti semua masyarakat mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat dimana saja,” terang Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini.

Olehnya itu, kata Cicu, rumah tangga yang sehat merupakan aset utama yang perlu dipelihara terus menerus, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.

“Kita bercermin saja pada saat di awal Pandemi Covid-19 kita selalu dianjurkan dengan menerapkan PHBS, yaitu cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker, itu contoh kecil saja. Dan masih banyak lagi cara-cara menerapkan PHBS,” pungkasnya.

Sementara, salah satu narasumber dalam sosialisasi, Army Putra menyampaikan saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa setiap penyakit yang diderita seseorang itu bukan karena pola makanan saja.

“Kadang-kadang kalau ada orang penyakit maag, sakit perut dan sakit kepala, itu biasanya banyak menyebut karena makanan. Padahal tidak, penyakit juga itu bukan hanya di dalam tubuh atau badan, tapi ada di pikiran,” ungkap Army.

Justru, kata Army, penyakit dalam pikiran itu lebih berbahaya dari penyakit dalam tubuh. Karena, akan menggangu pola makan dan aktivitas seseorang jika itu sering timbul setiap saat.

“Jadi saya sampaikan ki’ semua bahwa penyakit paling bahaya itu ada di pikiran. Nah, bagaimana menghindari itu? Paling tidak rutin ki’ saja berolahraga dan sesering mungkin menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar,” cetusnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...