Logo Datakita.co

Satpol PP Razia Anjal dan Gepeng di Makassar, Begini Tanggapan Anggota Dewan

Fadli
Fadli

Jumat, 08 April 2022 14:53

Gedung DPRD Makassar.
Gedung DPRD Makassar.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar beberapa hari ini telah melakukan razia jalananan di sejumlah titik di Kota Makassar. Satpol PP membentuk tim Paronda untuk meraia anjal, gepeng dan pak ogah yang dinilai mengganggu aktivitas warga, khususnya pengguna jalan.

Dalam catatan hari keenam, mereka berhasil menjaring 130 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Yang diamankan terdiri dari anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), dan pak ogah.

Langkah Satpol PP ini mendapat tanggapan wakil rakyat. Anggota DPRD Makassar, Ray Suryadi meminta kepada tim gabungan razia di lapangan mengedepankan rasa kemanusiaan.

Menurutnya, bahwa pihaknya sangat mendukung penertiban anjal dan gepeng serta pak ogah yang meresahkan. Namun, khusus difabel serta lansia penjual tissu, ada teknis dan perlakuan edukatif tanpa harus dibawa ke pos balaikota.

“Kita dukung penertiban anjal, gepeng dan pak ogah. Tapi soal disabilitas hingga lansia penjual tissu, kita tentu berharap pendekatan humanis rasa kemanusiaan, tanpa ditindak seperti anjal dan gepeng pada umumnya,” jelasnya, Jumat (8/4/2022).

Selain itu, politisi Demokrat ini menyebutkan, jika penertiban yang dilakukan Satpol PP sebagai penegak Perda membantu Dinas Sosial masih terkesan tidak maksimal.

Salah satu alasan tidak maksimal penertiban anjal dan gepeng, kata dia, jika hari ini terjaring razia, gepeng, anjal hingga pak ogah hanya sebatas membuat surat pernyataan. Tanpa dibina di lokasi khusus yang semestinya Dinas Sosial siapkan.

“Kami melihat razia anjal dan gepeng tidak efektif. Seharusnya kalau ketangkap harus ditahan dan dibina serta edukasi beberapa hari. Kalau sekadar hanya menertibkan dan melepaskan sama halnya buang tenaga,” jelasnya.

Menurutnya, perlu ada efek kepada anjal dan gepeng agar tidak mengulangi aktivitas yang mereka jalani saat ini, agar beralih ke profesi lain.

“Kalau menurut saya ini harus ada kolaborasi soal pengamanan dan pengawasan. Ini perlu ditertibkan dan edukasi rutin, karena meresahkan sekali anjal dan gepeng,” tuturnya.

“Bukan hanya di beberapa titik jalan saja, tapi semua sudut kota ada anjal dan gepeng. Harus ada konsentrasi Satpol PP dan Dinsos,” tambahnya.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...
MAKASSAR03 Juni 2026 14:41
Petugas Gerak Cepat Angkut Sampah, Kini Pesisir Pantai Losari Kembali Bersih
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak merespons laporan aduan di media sosial (medsos) terkait tumpukan sampah yan...
MAKASSAR03 Juni 2026 11:58
Munafri Lantik 167 PNS, Minta ASN Baru Bangun Arah Karier dan Jadi Pelayan Masyarakat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik sebanyak 167 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 lingkup Pemeri...