Logo Datakita.co

Satgas Targetkan Tracing Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Capai 80 Persen

Fadli
Fadli

Selasa, 03 November 2020 13:37

Ilustrasi: Petugas melakukan test swab. (int)
Ilustrasi: Petugas melakukan test swab. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan menetapkan target hingga 80 persen tracing dilakukan di 10 provinsi prioritas seiring dengan penambahan jumlah petugas dan data manager.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengatakan Kemenkes telah menetapkan target untuk upaya surveilans dalam menghadapi pandemi.

Terkait dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), target pemeriksaan dipatok 1/1.000 penduduk per pekan dan hasil PCR dapat dikeluarkan dalam waktu 3 x 24 jam.

Selain itu, Kemenkes bersama Satgas Covid-19 dan semua pihak terkait akan memperkuat program pelacakan kontak erat yang lebih masif dan karantina bagi seluruh kontak erat yang ditemukan.

“Indikatornya minimal paling tidak 80 persen kasus baru dilakukan pelacakan kontak dan dikarantina dalam waktu 72 jam sejak dikonfirmasi,” ujarnya dalam Workshop Aplikasi Pelacakan Kontak pada Selasa (3/11/2020), dikutip dari Bisnis.

Dia menambahkan bahwa minimal 80 persen dari yang dikarantina juga akan dipantau selama 14 hari sejak paparan terakhir.

Penguatan program tracing dilakukan seiring dengan perekrutan 8.060 tracer atau petugas yang melakukan tracing di 51 kabupaten/kota di 10 provinsi prioritas.

Petugas tracing yang direkrut secara terbuka ini akan ditempatkan di 1.612 puskesmas. Selain itu, akan direkrut pula dua petugas data atau data manager dari setiap 51 Dinas Kesehatan kabupaten /kota di provinsi prioritas.

Petugas data ini yang akan membantu dinas dalam menyusun analisis epidemiologi dan akan memberikan rekomendasi kebijakan terhadap pengendalian Covid-19 di setiap wilayah maupun secara nasional.

Penguatan tracing kontak erat, kata Vensya, harus dilakukan lantaran masih besarnya gap antara jumlah spesimen yang diperiksa dan jumlah orang yang diperiksa.

Per 2 November, total kasus positif Covid-19 mencapai 415.402, naik 2.618 kasus dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Kenaikan tertinggi mencapai 4.850 kasus terjadi pada 8 Oktober 2020. Kasus positif ditemukan dari pemeriksaan terhadap 4.567.608 spesimen yang diperiksa dari 2.919.560 orang.

“Ada perbedaan cukup signifikan pada jumlah spesimen yang diperiksa. Ternyata kalau dilihat orangnya cuma separuh, jadi banyak yang follow-up. Jadi bagaimana pemeriksaan orang yang suspek lebih banyak dikejar sehingga target dari pengendalian ini bisa tercapai,” kata Vensya.

Meski penguatan tracing akan meningkatkan gelombang kasus positif, dia yakin kasus positif kelak menurun seiring dengan kajian data yang akurat. (*)

 Komentar

 Terbaru

Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Malili dan Satpol-PP Lutim Gelar Operasi Pasar
DAERAH05 Maret 2021 11:45
Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Malili dan Satpol-PP Lutim Gelar Operasi Pasar
LUWU TIMUR, DATAKITA.CO – Bea Cukai Malili bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Luwu Timur menggelar Operasi Pasar, Kamis (4...
Provos Periksa Senpi Jajaran Satbrimob Polda Sulsel
MAKASSAR05 Maret 2021 11:02
Provos Periksa Senpi Jajaran Satbrimob Polda Sulsel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Dipimpin Kasi Provos Iptu Muliadi, Seksi Provos melaksanakan kegiatan pemeriksaan senjata api (senpi) personel jajaran Satbr...
Danny Jelaskan Percepatan Ekonomi hingga Reformasi Birokrasi
MAKASSAR05 Maret 2021 09:43
Danny Jelaskan Percepatan Ekonomi hingga Reformasi Birokrasi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota dan Wakil Walikota Makassar Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi berkomitmen pada visi-misinya dengan melaku...
Jumat Malam, Danny Luncurkan ‘Makassar Recover’
MAKASSAR05 Maret 2021 01:41
Jumat Malam, Danny Luncurkan ‘Makassar Recover’
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota dan Wakil Walikota Makassar Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi akan meluncurkan program teranyarnya, Makassar Recove...