Rute Bus Trans Mamminasata Diubah, Ini Rute Barunya
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Setelah mendapat protes dari sopir petepete alias sopir angkutan kota (angkot), rute bus Trans Mamminasata di Kota Makassar akhirnya di-rerouting atau diubah.
“Kesepakatan dengan teman-teman sopir petepete kita melakukan rerouting,” kata Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dishub Sulsel Prayudi Syamsibar, Jumat (3/12/2021).
Rute lama sebelum diubah, rute ini berawal dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju arah Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Leimena, Jalan Adiyaksa Baru, Jalan Meranti, lalu terminal Panakkukang, Jalan Pengayoman, hingga berakhir di depan Mal Panakkukang.
Untuk rute sebaliknya, diketahui bertolak dari Mal Panakkukang menuju Jalan Boulevard, Jalan AP Pettarani hingga belok kanan ke arah Jalan Urip Sumoharjo. Dari Urip, rute ini terus lurus ke Jalan Perintis Kemerdekaan hingga belok kanan ke bandara.
“Rute barunya (hasil rerouting), dari bandara langsung lurus ke samping Tol Sutami, lalu belok kiri di Tallasa City, kemudian sampai perempatan BTP belok kanan Perintis Kemerdekaan kemudian Urip Sumoharjo, belok kiri di Taman Makam Pahlawan, perempatan SMA 5 lurus ke Borong Raya terus belok kanan Batua Raya terus belok kiri ke Pengayoman, Boulevard, kemudian MP (Mal Panakkukang), begitu juga sebaliknya,” jelas Prayudi.
“Dan rute baru ini sesuai hasil kesepakatan dengan sopir petepete,” tambah Prayudi.
Akibat perubahan rute ini, membuat sejumlah halte bus “dipangkas”, yang pada awalnya melayani 40 halte bus hingga hanya melayani 6 halte bus.
Menurutnya, para sopir petepete secara khusus memprotes rute koridor 2 dari Trans Mamminasata.
Sebelumnya, kehadiran bus Trans Mamminasata dinilai mengurangi pendapatan sopir petepete.
Prayudi pun mengaku memahami aksi protes dari para sopir petepete sehingga pihaknya pun langsung melakukan penyesuaian rute yang disepakati bersama.
Dikatakannya, kehadiran layanan bus Trans Mamminasata pada dasarnya bergandengan dengan petepete tanpa bermaksud untuk menggantikan peranan dari pete-pete tersebut.
“Jadi sebenarnya target layanan ini adalah bagaimana caranya untuk mengalihkan penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi massal,” jelas Prayudi.