MAKASSAR, DATAKITA.CO – Ruas jalan Provinsi yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, tepatnya di Jalan Hertasning dan Tun Abdul Razak yang rusak parah, masih menjadi keluhan masyarakat.

Banyaknya lubang yang menjadi tempat tergenangnya air membuat para pengendara was-was ketika akan melintas di jalan tersebut. Bahkan, sudah banyak korban akibat ruas jalan yang cukup parah.
Persoalan tersebut juga dirasakan oleh warga Kecamatan Makassar yang mengeluhkan jalan rusak parah di sepanjang jalan Hertasning dan jalan Tun Abdul Razak.
Baca Juga :

Hal itu mereka sampaikan saat menghadiri agenda anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi pada reses dan temu konstituen masa persidangan II tahun anggaran 2022/2023, di Kecamatan Makassar, Rabu (22/2/2023).
Cicu sapaan-akrab Andi Rachmatika Dewi mengatakan bahwa pemerintah provinsi (Pemprov) melalui Dinas PUTR Sulsel sudah menganggarkan pengerjaan Jalan di Hertasning-Tun Abdul Razak.
Sedangkan untuk segmen ruas Aroepala dan Hertasning tahun 2023, telah diantisipasi dan teralokasi penyusunan kajian DED untuk rencana rekonstruksi tahun 2024 sebagaimana dibahas pada saat penyusunan belanja.

Bahkan, Pemprov juga melakukan penanganan sementara untuk menutup lubang yang berpotensi menimbulkan korban, serta dilakukan pembersihan dan membuka saluran-saluran drainase di sisi jalan untuk mengalirkan air yang tergenang di badan jalan.
“Saat ini pemerintah provinsi berupaya bagaimana agar di jalan tersebut bisa dilalui dengan aman, bahkan sudah dikerjakan secara perlahan-lahan dengan penanganan sementara,” ucap Cicu.
Selain itu, warga di kecamatan Makasar juga mengadukan aspirasinya soal kanal yang ada di Kelurahan Bara-baraya timur, akibat banyaknya tumpukan sampah sehingga butuh dikeruk.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel menyampaikan akan berupaya membantu dan mencarikan solusi agar pengerukan kanal di Bara-baraya Timur bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Kita sementara melakukan komunikasi kepada pemerintah kota khususnya Dinas PU untuk dilakukan pengerukan supaya tidak mengakibatkan banjir dan tumpukan sampah di kanal,” ungkapnya. (*)








Komentar