Logo Datakita.co

RS Pusat Otak Nasional di Sulsel Dianggarkan Rp 900 Miliar

Fadli
Fadli

Jumat, 04 Juni 2021 20:37

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Abdul Kadir, saat membahas renana pembangunan RS Pusat Otak Nasional. Pertemuan berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021).
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Abdul Kadir, saat membahas renana pembangunan RS Pusat Otak Nasional. Pertemuan berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah terus menggeber rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Sulsel. Untuk membangunnya, dianggarkan sekira Rp900 miliar yang bersumber dari APBN.

Rencana pembangunan rumah sakit ini pun kembali dibahas oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Abdul Kadir.

Pertemuan itu berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021).

Pertemuan ini menjadi pembahasan lanjutan, dimana ini menjadi kunjungan kedua rombongan Kemenkes untuk melakukan survei beberapa titik lokasi rencana pembangunan. Bahkan keduanya pun sempat bertemu pada 17 April lalu.

“Rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Anggarannya sekitar Rp 900 miliar dari APBN,” ungkap Andi Sudirman.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini, kata dia, bukan hanya menangani otak, namun juga bisa menjadi pusat penanganan jantung, stroke, kanker dan lainnya.

“Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik Pemprov,” ujarnya.

Dirinya pun mengusulkan agar penamaan rumah sakit ini bisa menjadi rumah sehat.

“Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat, sehingga masyarakat ke Rumah Sehat bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan,” jelasnya.

Olehnya itu, lanjut dia, untuk mendukung hal itu nantinya akan dibantu melalui Puskesmas. “Seperti namanya sebagai pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan,” pungkasnya.

 Komentar

 Terbaru

BERITA20 April 2026 22:49
Kemenhaj Kerahkan 23 Dapur di Madinah untuk Layani Jemaah Haji, Siapkan Citarasa Khas Indonesia
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah ...
DAERAH20 April 2026 18:31
Pemkab Gowa Kolaborasi Lintas Sektor Berhasil Bedah Ratusan Rumah Keluarga Miskin Ekstrem
GOWA, DATAKITA.CO – Pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dibawah kepemimpinan ...
PEMERINTAHAN20 April 2026 18:17
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
BANDUNG, DATAKITA.CO – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan ...
MAKASSAR20 April 2026 12:04
Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan Hingga Perbatasan Gowa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, Kecamatan Manggala terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian da...