Reses di Kelurahan Bongaya, Cicu Terima Aspirasi Pengadaan Lampu Jalan dan Pemberdayaan KWT
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dri Fraksi Nasdem, Andi Rachmatika Dewi mengawali reses pertamanya di tahun 2022 masa persidangan 2, di Jalan Baji Iman Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (5/2/2022).
Seperti biasa, wanita yang akrab disapa Cicu itu selalu didampingi oleh anggota DPRD Makassar dari Fraksi Nasdem setiap turun reses. Kali ini, Ciciu didampingi oleh Ari Ashari Ilham karena merupakan wilayah daerah pemilihannya (Dapil 5).
Dalam kesempatan ini, Cicu menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat seperti pengadaan lampu jalan, perbaikan drainase dan pemberdayaan perempuan dalam bercocok tanam atau kelompok wanita tani (KWT).
Seperti yang disampaikan Ketua Majelis Taklim Masjid Khadijah, Andi Rahmah. Ia meminta agar pengadaan beberapa lampu jalan bisa terpenuhi sebelum masuk bulan ramadhan.
Kemudian, perbaikan drainase karena setiap penghujan datang rumah warga sering kebanjiran akibat drainase yang sering tersumbat dan butuh pengerukan. Begitu juga dengan pemberdayaan perempuan.
Andi Rahmah berharap para ibu-ibu bisa diberdayakan dengan diberikan berupa bantuan bibit dan alat pertanian.
“Di kelurahan bongaya ini ada bekas Hotel Marannu, karena lokasinya disana luas, mungkin bisa dipakai oleh warga untuk bercocok tanam dan bisa juga dipekarangan rumah kita masing-masing,” ujarnya.
Menanggapi itu, Cicu menyampaikan bahwa permintaan terkait lampu jalan akan segera di koordinasikan kepada pemerintah kota Makassar karena pengadaannya berada dititik jalan kota.
“Makanya setiap reses, saya selalu minta didampingi oleh Kaka Ari (Ari Ashari Ilham) karena kami di Provinsi punya keterbatasan soal anggaran, apalagi kebanyakan aspirasi warga menyangkut dengan program pemerintah kota Makassar seperti pengadaan lampu dan perbaikan drainase,” terangnya.
Untuk pemberdayaan perempuan dibidang UMKM dan pertanian, Ketua Komisi B DPRD Sulsel itu menyarankan agar warga membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT). Hal itu lebih memudahkan setiap bantuan yang akan diberikan ke masyarakat.
“Jadi kalau ada produk UMKM ta sampaikan ke saya, nanti kita akan bantu pasarkan. Kemudian permintaan bibit pertanian, sebaiknya kita buat dulu KWT agar lebih mudah di data ketika pemerintah memberikan bantuan bibit dan alat pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga yang juga pengurus Masjid Khadijah Kelurahan Bongaya, Amir menyampaikan aspirasinya terkait perbaikan bangunan atau renovasi tempat ibadah masjid.
“Salah satu masjid di Kelurahan Bongaya, yaitu mAsjid Khadijah sudah berumur sangat tua sejak tahun 1983. Kondisinya terlihat kumuh, atapnya juga sudah hampir runtuh, jangan sampai ketika warga kita sedang menjalankan ibadah plafonnya itu runtuh karena sudah terlihat kumuh,” terangnya.
Kata Amir, pihaknya sudah mengajukan proposal ke beberapa instansi di Pemerintah kota Makassar untuk perbaikan masjid, namun demikian biaya yang di butuhkan tidak sedikit.
“Barangkali melalui kesempatan ini ibu dewan bisa menjembatani kami ke pihak pemerintah kota Makassar agar perbaikan masjid disini bisa segera diatasi,” katanya.
Mendengar itu, Cicu menyarankan agar pengurus masjid menyiapkan proposal untuk segera dikoordinasikan kepada pemerintah kota Makassar agar renovasi masjid bisa terealisasi.
“Karena membutuhkan biaya yang banyak maka prosesnya juga membutuhkan waktu, Insya Allah kami dari provinsi akan siap membantu setiap kebutuhan warga di Makassar,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Lurah Bongaya, Sarifuddin, Ketua LPM Kelurahan Bongaya, Jumail Mappiare, Babinsa, Babinmas, tokoh masyarakat, serta para Ketua RTRW. (*)