Logo Datakita.co

Ratusan Korban Banjir Mengungsi, Walikota Pastikan Kebutuhan Dasar Mereka Terpenuhi

Fadli
Fadli

Senin, 12 Januari 2026 12:28

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya, Senin (12/1/2026).
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya, Senin (12/1/2026).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mengawali aktivitas paginya dengan menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap warga yang terdampak banjir, Senin (12/1/2026).

Orang nomor satu di Kota Makassar ini turun langsung meninjau dua titik lokasi pengungsian di Kelurahan Paccarekkang dan Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di saat warganya mengalami kesulitan.

Sekitar pukul 08.30 WITA, Appi terlebih dahulu menyambangi warga yang mengungsi di Kantor Kelurahan Katimbang, Jl Keindahan Raya.

Di lokasi tersebut, Walikota Makassar berdialog langsung dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik.

Usai dari Kelurahan Katimbang, Walikota Makassar melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian banjir di UPT SPF SD Negeri Paccarekkang, Jl Paccerakkang.

Kehadiran Appi di tengah para pengungsi tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, untuk merespons cepat setiap bencana yang dialami masyarakat, sekaligus memastikan penanganan banjir dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Pada kesmepatan ini, Appi memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir di Kelurahan Katimbang dan Kelurahan Paccarekkang, Kecamatan Biringkanaya, terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian sementara.

Di dua lokasi pengungsian tersebut, Appi menegaskan, Pemkot Makassar menjamin ketersediaan bantuan makanan, minuman, air bersih, layanan kesehatan, hingga suplai obat-obatan bagi seluruh pengungsi.

Ia menekankan, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah selama masa tanggap darurat banjir.

“Hari ini saya datang berkunjung untuk memastikan bahwa suplai makanan, air bersih, toilet, layanan kesehatan, dan obat-obatan bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Kunjungan langsung Walikota Makassar tersebut, menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus komitmen Pemkot Makassar dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal bagi warga yang terdampak bencana banjir.

Mantan Bos PSM Makassar ini, ia menekankan, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah selama masa tanggap darurat banjir.

Selain memastikan bantuan logistik, Walikota Makassar juga memberikan instruksi langsung kepada Camat Biringkanaya dan para lurah setempat agar senantiasa memperhatikan kondisi warga terdampak banjir.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif melayani kebutuhan masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

“Kita berharap, mudah-mudahan musibah banjir yang menggenangi rumah warga ini bisa cepat surut, sehingga mereka dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” harap Appi di sela-sela kunjungannya.

Appi juga menegaskan, ia bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan terus melakukan pemantauan secara berkala di seluruh lokasi pengungsian semua kecamatan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kebutuhan pengungsi yang terabaikan selama berada di tempat penampungan sementara.

“Kami akan terus memantau dan memastikan suplai terhadap kebutuhan warga di lokasi pengungsian ini benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Appi turut memberikan arahan khusus kepada petugas kesehatan yang bertugas di lapangan.

Ia meminta agar ketersediaan obat-obatan selalu terjaga dan penanganan medis dilakukan secara cepat apabila ditemukan pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan atau menunjukkan gejala penyakit.

“Saya juga sudah sampaikan kepada petugas kesehatan untuk memastikan suplai obat-obatan tersedia,” tuturnya.

“Jika ada warga yang terdampak dan mengalami gejala penyakit, harus segera dilakukan intervensi cepat. Bila diperlukan, langsung dirujuk ke Puskesmas terdekat,” sambung Appi.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPBD Kota Makassar, sejumlah lokasi pengungsian banjir di wilayah Kecamatan Biringkanaya, tercatat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Para pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian utama, yakni Kantor Lurah Katimbang, UPT SPF SD Negeri Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, serta Masjid Lailatul Qadar Blok AF.

Di Kantor Lurah Katimbang, tercatat sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) dengan total 61 jiwa yang mengungsi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 22 jiwa laki-laki dewasa dan 20 jiwa perempuan dewasa, 10 anak-anak yang terbagi atas 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.

Serta 7 balita yang terdiri dari 4 balita laki-laki dan 3 balita perempuan. Selain itu, terdapat pula 2 orang ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dari petugas kesehatan.

Sementara, pengungsian dengan jumlah warga terbanyak berada di UPT SPF SD Negeri Paccerakkang, yang menampung 55 kepala keluarga dengan total 201 jiwa.

Komposisi pengungsi di lokasi ini meliputi 53 jiwa laki-laki dewasa dan 68 jiwa perempuan dewasa, 54 anak-anak yang terdiri dari 36 anak laki-laki dan 18 anak perempuan, serta 18 balita dengan rincian 15 balita laki-laki dan 3 balita perempuan.

Selain itu, tercatat pula 3 orang lansia perempuan, serta 5 bayi, masing-masing 3 bayi laki-laki dan 2 bayi perempuan, yang memerlukan penanganan kesehatan dan pemenuhan gizi secara optimal.

Di lokasi pengungsian Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, tercatat 4 kepala keluarga dengan total 18 jiwa. Pengungsi di lokasi ini terdiri atas 8 laki-laki dewasa dan 7 perempuan dewasa, 2 anak-anak masing-masing 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, serta 1 balita laki-laki.

Sedangkan di Masjid Lailatul Qadar Blok AF, terdapat 10 kepala keluarga dengan total 39 jiwa yang mengungsi. Rinciannya meliputi 15 laki-laki dewasa dan 16 perempuan dewasa, 5 anak-anak yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, 1 balita laki-laki, 1 lansia perempuan, serta 1 ibu hamil.

Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Makassar, dalam menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta memastikan perlindungan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan bayi, selama masa penanganan darurat banjir berlangsung. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR05 Juni 2026 14:32
Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar menerima penyerahan aset dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar sebagai bentuk dukungan terh...
MAKASSAR05 Juni 2026 08:52
Pemprov Sulsel Hapus Denda Pajak Kendaraan 100 Persen, Beri Diskon Pokok Pajak hingga 50 Persen
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kabar gembira bagi para pemilik kendaraan bermotor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan keringanan bagi masy...
MAKASSAR04 Juni 2026 23:48
Pemprov Sulsel Raih WTP dari BPK, Andi Sudirman: Bukti Kepercayaan Publik dan Akuntabilitas Keuangan Daerah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecuali...
MAKASSAR04 Juni 2026 22:41
10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar, Appi Pastikan Seleksi Transparan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Proses seleksi calon pimpinan dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, memasuki tahapan krusial. Da...