Logo Datakita.co

Proyeksikan SiLPA di Bawah Rp500 Miliar, Ini Penjelasan BPKAD Makassar

Fadli
Fadli

Senin, 25 November 2024 11:23

Kantor Balaikota Makassar. (int)
Kantor Balaikota Makassar. (int)

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memproyeksikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2024 bisa di bawah Rp500 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muhammad Dakhlan mengatakan sejumlah proyek strategis Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berjalan.

Seperti, akses stadion Sudiang sebesar Rp100 miliar, motor listrik Rp120 miliar, dan panel surya Rp180 miliar. Sedangkan, proyek revitalisasi Karebosi kontraknya telah diberhentikan.

“SiLPA itu dilihat dari angka APBD. Namun, APBD adalah proyeksi, dan dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang tidak bisa direalisasikan sepenuhnya,” ujar Dakhlan, pada Minggu (24/11/2024).

Ia mengatakan beberapa kendala yang mempengaruhi pendapatan daerah, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) yang tidak dibayar penuh selama setahun. Hal itu, lanjut Dakhlan tentunya akan mempengaruhi belanja.

“DBH kita tidak dibayar full (penuh) selama setahun, ada pendapatan kita yang tahun ini tidak sampai 100 persen. Itulah yang mengurangi pendapatan, otomatis kebelakangnya mempengaruhi belanja,” terang Dakhlan.

Dakhlan mengungkapkan saat ini pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Makassar diproyeksikan mencapai 80 persen di tahun 2024.

“Kalau mencapai 100 persen, pasti tidak. Mungkin di angka 80-an persen, hampir sama seperti tahun lalu, meskipun ada kemungkinan sedikit kenaikan,” beber Dakhlan.

Dalam optimalisasi PAD, Dakhlan menyebut sektor retribusi yang menjadi kendala. Di mana, semua jenis retribusi sulit di maksimalkan.

Ia juga menyoroti sektor retribusi yang menjadi tantangan dalam optimalisasi pendapatan.

“Semua jenis retribusi sulit dimaksimalkan. Itu bisa ditanyakan langsung ke OPD terkait,” tambah Dakhlan.

Sedangkan, untuk belanja daerah, Pemkot Makassar menargetkan capaian serupa dengan tahun lalu, yakni sekitar 85 persen.

Saat ini, Dakhlan mengatakan realisasi serapan belanja baru mencapai 60 persen. Di mana, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang serapannya rendah, salah satunya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Rendahnya serapan BPKAD ini, Ia menjelaskan karena adanya sisa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp25 miliar.

“BTT bisa menjadi SiLPA jika tidak digunakan. Itu tergantung kondisi di akhir tahun nanti,” pungkas Dakhlan.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR29 Juni 2026 10:06
Trans Sulsel Catat 1,15 Juta Penumpang dalam Setahun, Pengguna Transportasi Publik Terus Bertambah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Transportasi publik Andalan Trans Sulsel mencatat capaian positif sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi ...
BERITA28 Juni 2026 21:58
Presiden Prabowo Percepat Transformasi BUMN dan Perkuat Riset Nasional
JAKARTA, DATAKITA.CO – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan riset dan inovasi serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (...
MAKASSAR28 Juni 2026 21:34
Lantik Dewan Kesenian Makassar, Appi Akan Bangun Gedung Pertunjukan Seni
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin melantik Pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) Periode 2026–2031 di Mall Phinisi Poi...
EKOBIS28 Juni 2026 15:45
Bank Sulselbar Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada Ajang 23rd Banking Customer Experience 2026
JAKARTA, DATAKITA.CO – Bank Sulselbar kembali menorehkan prestasi pada ajang 23rd Banking Customer Experience 2026 yang diselenggarakan oleh Inf...