Logo Datakita.co

Presiden Jokowi Pertanyakan Progres Jalur KA Makassar-Parepare

Fadli
Fadli

Jumat, 04 Juni 2021 09:09

foto: int
foto: int

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, dalam rangka pembahasan dua proyek strategis nasional di Sulsel. Adapun proyek strategis nasional tersebut yakni jalur Kereta Api (KA) Makassar-Parepare dan Tol Makassar New Port (MNP).

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, mengatakan, sampai saat ini masalah khusus untuk jalur KA Makassar-Parepare masih bersoal di pembebasan lahan di Barru, Pangkep, dan Maros.

“Intinya kita mau mendengarkan laporan dari berbagai pihak yang hadir hari ini. Laporan itu jangan hanya yang manis di depan saja, tapi semua kendala harus disampaikan semua, supaya kita carikan jalannya,” tegas Febry saat membuka rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dua proyek strategis nasional tersebut, di Kantor Makassar New Port, Kamis, 3 Juni 2021.

Febry berharap proyek ini berjalan sesegera mungkin. Pasalnya, Presiden Joko Widodo terus mempertanyakan progres, terutama jalur KA Makassar-Parepare ini.

“Pokoknya harus jelas laporannya karena ini akan kami sampaikan kembali kepada atasan kami,” ujar Febry kepada stakeholder terkait.

Febry menjelaskan, berdasarkan data dari Lembaga Manejemen Aset Negara (LMAN), saat ini persoalan pembebasan lahan di Pangkep sudah mencapai 77,30 persen dan di Maros baru di angka 55,49 persen, sementara di Barru hampir rampung. “Data-data ini harus jelas dan tidak ada lagi yang harus diperdebatkan lagi,” tegasnya.

Sementara, Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengatakan, untuk penyelesaian proyek strategis nasional ini tentu dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, dalam hal ini kepala perwakilan, pemerintah provinsi, dan tentunya yang paling penting pemerintah kabupaten, dalam hal ini masing-masing Sekdanya.

“Pentingnya koordinasi terkait pekerjaan ini. Kenapa begitu penting, supaya bisa mempercepat kegiatan ini. Kalau ada komunikasi atau kegiatan yang menghambat, kan ada Sekda. Selama ini tidak satupun yang menelpon dan chat langsung saya untuk menyampaikan hal tersebut,” jelasnya.

Menurut Abdul Hayat, Pemprov Sulsel melakukan coffee morning di setiap hari Senin. Lewat coffee morning ini sebenarnya bisa disampaikan langsung apa saja kendala di lapangan.

“Setiap Minggu kita lakukan coffee morning, dan saya kira setiap rapat ada juga hadir kadis dan pihak terkait,” tutupnya.

 Komentar

 Terbaru

DAERAH27 Oktober 2021 16:09
191 Rumah di Wajo Rusak Diterjang Puting Beliung
WAJO, DATAKITA.CO – Angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Wajo, pada Selasa siang kemarin (26/10/2021). Sedikitnya 191 rumah rusak. R...
MAKASSAR27 Oktober 2021 15:22
Beri Kuliah Umum di UNM, Danny: Potensi Pemuda di Makassar Sangat Luar Biasa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membakar semangat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) lewat kulia...
DAERAH27 Oktober 2021 11:49
Polisi Dirikan Posko Pantau Pendaki Gunung Bawakaraeng
GOWA, DATAKITA.CO – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gowa melalui Polsek Tinggimoncong mendirikan posko pemantauan Gunung Bawakaraeng. Pendirian po...
MAKASSAR27 Oktober 2021 11:13
Satgas Raika Tertibkan Pemuda yang Konsumsi Miras
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Satgas Raika Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, bersama unsur TNI-Polri menertibkan sejumlah pemuda yang mengkons...