PPDB di Makassar Mulai Senin, Pendaftaran Dibuka 24 Jam Selama Lima Hari
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar akan dibuka pada Senin (21/6/2021) lusa.
Dua hari menjelang pelaksanaan pendaftaran, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memastikan 90 persen persiapan telah rampung.
Nantinya Disdik Makassar akan memberikan waktu pendaftaran selama 24 jam nonstop selama lima hari yang dimulai Senin lusa. Hal ini untuk menghindari sibuknya server.
Menurut Plt Kepala Disdik Makassar, Nielma Palamba bahwa orang tua murid akan diberi kemudahan dengan dibukanya pendaftaran selama 24 jam non stop selama lima hari. Terhitung sejak 21 hingga 25 Juni untuk jalur zonasi.
Dijelaskannya, dibukanya pendaftaran selama 24 jam, untuk menghindari sibuknya server. Dengan waktu 25 jam ini maka orang tua siswa bisa mendaftar kapan saja.
“Kami buka 24 jam pendaftaran sehingga pendaftaran jangan menumpuk di jam-jam sibuk,” jelas Nielma, Sabtu (19/6/2021).
Meski begitu, untuk verifikasi berkas bagi operator sekolah akan dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Sesuai jam kerja di sekolah.
“Verifikasi tidak berlakukan 24 jam karena keterbatasan perangkat operator,” terang Nielma.
Untuk jenjang SD, khusus jalur zonasi disiapkan kuota sebesar 75 persen dari daya tampung sekolah. Lalu jalur afirmasi sebesar 20 persen. Sisanya jalur perpindahan tugas yakni 5 persen.
Selain itu, calon peserta didik yang berada di daerah perbatasan mendapat jatah 5 persen dari 75 persen kuota jalur zonasi di tingkat SD.
Sementara jenjang SMP, kuota yang disiapkan untuk jalur zonasi sebesar 70 persen. Kemudian 20 persen untuk jalur afirmasi, 5 persen jalur perpindahan tugas, dan 5 persen jalur prestasi.
Sedangkan calon peserta didik yang berada di daerah perbatasan juga mendapat kuota sebesar 5 persen dari keseluruhan kuota jalur zonasi SMP yakni 70 persen.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Makassar akan melakukan pengawasan pelaksanaan PPDB secara ketat.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatma Wahyuddin, mengatakan bahwa dewan akan meminta data rombel di setiap sekolah. Data-data itu untuk memudahkan dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan. Seluruh kepala sekolah tak luput dari pantauan.
“Kami akan minta datanya berapa jumlah rombel dan peserta didik, sehingga kami bisa memantau berapa jumlah peserta di masing-masing sekolah. Jangan sampai ada oknum yang ingin bermain menambah jumlah peserta di sekolah itu,” ujar Fatma, Jumat (18/6).
Legislator Partai Demokrat itu juga meminta transparansi sisa kuota untuk masing-masing jalur PPDB. Sebab jangan sampai ada kekosongan kuota yang justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu secara pribadi.
“Jadi berapa persen sisa kuota yang belum terpenuhi, disitu kami akan mengawasi dan memantau,” jelasnya.