Politeknik Penerbangan Makassar dan Basarnas Gelar Pelatihan dan Penanggulangan Bencana
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Politeknik Penerbangan Makassar berkolaborasi dengan Basarnas Kota Makassar menggelar pelatihan dan penanggulangan bencana bagi pegawai ASN Politeknik Penerbangan Makassar yang berlangsung tanggal 12 – 13 Desember 2022.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Poltek Penerbangan Makassar, Saptandri Widiyanto di Ruang Rapat Lantai II.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat di Lingkungan Poltek Penerbangan Makassar dan Kepala kantor Basarnas Kelas A Makassar, Djunaedi yang didampingi oleh para staf sekaligus menjadi narasumber pelatihan.
Dalam sambutannya, Saptandri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk berjaga-jaga dan bersiap dalam menghadapi bencana. “Agar kita semua wajib berjaga-jaga, karena bencana datang tidak dapat diprediksi,” ujar Saptandri.
Pelatihan ini, kata Saptandri, dibimbing oleh tim dari Basarnas Kelas A Makassar.
“Mari membagun kemistri, sehingga dapat mengetahui tindakan apa yang dilakukan ketika terjadi bencana. Setelah mendapatkan ilmunya, nantinya kita dapat berkolaborasi dalam kegiatan sosial yang bekerjasama dengan Kantor Basarnas,” ucap Saptandri.
Sementara Kepala Kantor Basarnas Makassar, Djunaedi mengatakan agar para peserta dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan ketika suatu saat dibutuhkan.
“Ilmu ini bukan ilmu yang murah. Kegiatannya mungkin hanya sehari atau dua hari, tapi ilmu yang kalian dapatkan dapat digunakan sampai beberapa tahun kedepan. Maka dari itu, manfaatkanlah dengan baik,” tegas Djunaedi.
Di sela kegiatan, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Politeknik Penerbangan Makassar dan Kantor Pencarian dan Pertolongam Kelas A Makassar tentang Pemanfaatan SDM dan Pemanfaatan Aset.
Tujuan dilaksanakan MOU untuk menjalin kerjasama antara kedua belah pihak sehingga tercapainya pemahaman peserta didik dan pendidik mengenai kegiatan pelatihan penanggulangan bencana.
Di dalam pelaksanaan pelatihan, dibagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama adalah peserta diberikan pemahaman tentang teori penanggulangan bencana setelah itu dilakukan sesi yang kedua yaitu pelaksanaan praktek di lapangan.
Saat melakukan praktek, panitia membuat simulasi sehingga peserta seperti berada pada lokasi terjadinya bencana.