Polisi Tingkatkan Pengamanan Pelabuhan Bajoe

BONE, DATAKITA.CO – Satpolair Polres Bone mulai meningkatkan pengamanan dan pengaturan aktivitas penyeberangan Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pengamanan dan pengaturan ini dilakukan terhadap calon penumpang kapal feri di dermaga tersebut. Seperti yang terlihat Minggu (4/7/2021).

Pelaksanaan peningkatan pengamanan itu dipimpin Kasubnit Tindak Satpolair Polres Bone Aiptu Muh Romy Achmad bersama dengan Aipda Supriadi.

Kasubnit Tindak Satpolair Polres Bone, Aiptu Muh Romy, mengatakan kehadirannya di lapangan dalam bentuk pengamanan dan pengaturan sebagai wujud daripada tugas pelayanan Kepolisian telebih menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

“Untuk memberikan pelayanan prima Kepolisian agar pengguna jasa angkutan laut dapat merasa aman dan nyaman sehingga terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” kata Aiptu Romy.

Menurutnya, selain pengamanan dan pengaturan, petugas Satpolair Polres Bone juga memberikan imbauan terkait keselamatan di atas kapal dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Kepada para calon penumpang kami sampaikan untuk mematuhi peraturan di atas kapal demi keselamatan pelayaran dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di atas kapal agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kasat Polair Polres Bone, AKP Andi Sukri Sulaiman menjelaskan bahwa dengan adanya pengamanan ini, diharapkan masyarakat yang berada di areal pelabuhan dan sekitarnya dapat merasa aman dan terlayani dengan baik.

“Anggota hadir di lapangan untuk mengamankan aktivitas penyeberangan agar dapat berjalan aman dan lancar sehingga para pengguna jasa angkutan laut serta masyarakat yang berada di areal pelabuhan dan sekitarnya dapat merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar AKP Andi Sukri.

Ditegaskannya, pihaknya akan menindak tegas pelaku kejahatan di sekitar pelabuhan, seperti premanisme.

“Kami akan tindak tegas yang ditemukan, termasuk premanisme,” tegasnya.

Berita Terkait
Baca Juga