Polisi Bongkar Komplotan Hipnotis: 3 Orang Ditangkap, 2 Lagi Masih Diburu

PINRANG, DATAKITA.CO – Komplotan penipu dengan modus hipnotis dibongkar polisi. Polres Pinrang berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, seorang di antaranya perempuan.

Ketiga orang yang diamankan masing-masing berinisial AM (40), RE (23), dan seorang wanita berinisial MN (42), yang merupakan satu keluarga warga Kabupaten Pinrang.

Sementara dua orang yang telah dikantongi identitasnya masih dalam pengejaran polisi.

Dua pelaku yang merupakan pasangan suami-istri itu dibekuk diduga saat mengkonsumsi sabu di rumahnya.

“Penangkapan terhadap terduga pelaku bersama istri dan anak tirinya di rumah kontrakannya, dan pada saat dilakukan penangkapan terduga pelaku AM bersama MN sedang memakai narkotika diduga jenis sabu-sabu,” urai Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi, Sabtu (4/9/2021).

Selain mengamankan tiga orang, polisi juga menyita barang bukti seperti buku tabungan, kartu ATM, perhiasan emas palsu, permata palsu, serta barang bukti diduga narkoba, sudah diamankan di Polres Pinrang.

Menurutnya, komplotan ini kerap beraksi di sejumlah daerah, antara lain di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Timur.

“Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka menjalankan aksinya di sejumlah daerah hingga Kalimantan,” ujar Deki.

Dalam beraksi, kata Deki, pelaku menghipnotis korban dengan menyamar sebagai sopir dan penumpang yang mengaku sebagai WNA.

“Pelaku secara bersama-sama merental mobil dan mengambil penumpang di jalan. Dalam perjalanan itulah salah satu pelaku yang menyamar sebagai WNA beraksi memperdayai korban yang rata-rata perempuan. Salah seorang mengaku peramal, lalu mengeluarkan mustika dari mulutnya dan pura-pura meramal korban,” terangnya.

Menurutnya, korban yang dalam keadaan terhipnotis, lalu ditawari pembeli benda yang disebut sebagai mustika yang bisa mempermudah rezeki dan berkah bagi pemiliknya.

“Korban mau saja dalam keadaan tidak sadar menyerahkan uangnya dan membeli permata palsu dari pelaku. Korban baru sadar telah ditipu ketika diturunkan dari kendaraan,” jelas Deki.

Berita Terkait
Baca Juga