MAKASSAR, DATAKITA.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra berpotensi melakukan koalisi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2024 mendatang.

Hal itu terungkap saat DPW PKS melakukan silaturahmi ke Kantor DPD Gerindra Sulsel, Jalan Andi Pettarani Makassar, Senin (17/5/2021).
Bahkan, saat silaturahmi, secara terang-terangan DPW PKS Sulsel mengajak Gerindra agar pada Pilgub mendatang bisa bersama-sama. Sebelumnya, pada pesta demokrasi 2018 lalu mereka tak sejalan.
Baca Juga :
Sebenarnya, untuk tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), kedua partai ini telah melakukan koalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres).
Pada Pilpres 2014, Gerindra-PKS sama-sama mengusung ketua umum Gerindra Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Kemudian pada Pilpres 2018, PKS dan Gerindra juga mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
“Kami siap untuk bekerja sama dengan partai Gerindra,” kata Ketua DPW PKS Sulsel, M Amri Arsyid.
Ia berharap, kedepannya Sulsel bisa dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi yang jelas terhadap pembangunan di Sulsel.
“Kami di PKS berharap sosok pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat yang ada di Sulsel dan memiliki visi yang jelas untuk Indonesia timur kedepan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) mengatakan, pihaknya membuka ruang dengan seluruh partai, karena tidak ada satupun Parpol di Sulsel yang bisa mengusung calon sendiri.
“Jadi memang harus berkoalisi dua partai, seperti Gerindra, PKS untuk mencukupkan usungan kandidat,” jelas AIA.
Dikatakannya, hal ini bukan sebatas ajakan saja, tapi bagaimana hubungan Gerindra dan PKS harus dibangun sama-sama karena memiliki kepentingan kedepan, termasuk dalam agenda politik 2024.
“Kalau bersama PKS saja kita sudah bisa memenuhi kuota, kebutuhan mengusung baik di provinsi, kabupaten/kota di Sulsel dan ini bisa kita kembangkan,” paparnya.
Anggota DPR RI ini menyebutkan jika Gerindra berkoalisi pada Pilpres, Pilgub pun hingga kabupaten/kota berpotensi karena Pilkada serentak ini akan berlangsung di tahun 2024 mendatang.
“Kenapa tidak (berkoalisi dari Pilpres hingga Pilkada), karena hubungan ini bukan di Nasional saja, tapi kita harapkan bisa berkoalisi hingga paling bawah,” jelasnya.
Untuk kandidat, katanya, bila ada kader yang memiliki potensi pasti akan didorong, begitu pula di partai lain.
“Pastinya yang menjadi prioritas utama bagaimana kader bisa bertarung, kalau kita tidak mendapatkan kader baru kita membuka diri yang sevisi dengan partai Gerindra untuk kita usung di semua daerah,” tambahnya.








Komentar