Logo Datakita.co

Peserta Pilkada Diminta Hindari Kampanye Tatap Muka

Fadli
Fadli

Rabu, 25 November 2020 17:43

ilustrasi (int)
ilustrasi (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Badan Pengawas Pemilu terus mengingatkan peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 untuk menghindari penggunaan metode kampanye tatap muka dan beralih pada metode dalam jaringan di sisa dua minggu terakhir tahapan kampanye.

Anggota Badan Pengawas Pemilu RI Mochammad Afifuddin, mengingatkan hal tersebut demi menghindari potensi klaster penyebaran COVID-19 di Pilkada 2020.

“Kita sampaikan ke publik juga sebagai bagian dari pengingat lanjutan agar pada tahapan selanjutnya hal-hal yang sifatnya tatap muka dan seterusnya itu meskipun boleh dengan ketentuan-ketentuan khusus sebisa mungkin menghindarinya,” katanya dalam talkshow “Perkembangan Pelaksanaan Pilkada” di Jakarta, Rabu (25/11/2020), dikutip dari Antara.

Jika kemudian penggunaan metode tatap muka memang tidak bisa dihindari, maka protokol kesehatan yang sangat ketat harus benar-benar diterapkan, katanya.

Afifuddin menjelaskan fenomena yang terjadi pada tahapan kampanye memang terlihat metode pertemuan tatap muka masih menjadi hal yang begitu disukai oleh para kandidat.

Bawaslu mencoba mengklasifikasikan data jumlah, jenis dan pelanggaran kampanye yang digunakan calon kepala daerah per 10 hari kampanye sejak 26 September 2020 lalu.

“Fenomena tatap muka yang didata per 10 hari itu senantiasa meningkat datanya, nah ini tentu pengingat ini bagi kita semua,” kata dia.

Bahkan, Bawaslu mencatat data kampanye tatap muka 15-24 November 2020 terdapat sebanyak 18.025 penyelenggaraan kampanye.

“39 kita bubarkan, 328 surat peringatan kita sampaikan ke penyelenggara kampanye,” ujarnya.

Pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi pada kampanye tatap muka di antaranya kerumunan orang tanpa jaga jarak, orang tidak menggunakan masker maupun tidak tersedianya penyanitasi tangan.

Kemudian, pembubaran dilakukan baik pengawas pemilu, satuan polisi pamong praja (Satpol PP) maupun kepolisian berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu.

Pembubaran dilakukan jika peringatan atas pelanggaran protokol kesehatan tidak dihiraukan. Selain itu, ada pula penyelenggara kampanye yang berinisiatif membubarkan kegiatan setelah diberi peringatan oleh pengawas pemilu. (*)

 Komentar

 Terbaru

Andi Sudirman Disuntik Vaksin Covid-19 Kedua, Ingatkan Tetap Pakai Masker
MAKASSAR28 Januari 2021 17:27
Andi Sudirman Disuntik Vaksin Covid-19 Kedua, Ingatkan Tetap Pakai Masker
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kembali menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua, Kamis (28/1/2021.) Penyuntik...
RS Lapangan TNI-AD Operasi Sesar Darurat Warga Korban Gempa Sulbar
BERITA28 Januari 2021 15:36
RS Lapangan TNI-AD Operasi Sesar Darurat Warga Korban Gempa Sulbar
MAMUJU, DATAKITA.CO – Rumah sakit lapangan milik TNI Angkatan Darat yang berada di Korem 142/Tatag berhasil melakukan operasi “sectio caes...
Yamaha Fino 125 Sporty Bersolek, Ada 3 Warna Baru, Segini Harganya
OTOMOTIF28 Januari 2021 14:14
Yamaha Fino 125 Sporty Bersolek, Ada 3 Warna Baru, Segini Harganya
JAKARTA, DATAKITA.CO – Melanjutkan penyegaran warna baru pada Yamaha Fino 125 Premium, kini Yamaha Fino 125 tipe Sporty dipoles dengan kelir bar...
Siapa Juara Premier League Musim Ini? Jose Mourinho: Bisa Liverpool
OLAHRAGA28 Januari 2021 12:32
Siapa Juara Premier League Musim Ini? Jose Mourinho: Bisa Liverpool
DATAKITA.CO – Siapa kandidat juara Primer League musim ini? Ketika pertanyaan ini diberikan kepada Jose Mourinho, maka dia akan menjawab Liverpo...