Logo Datakita.co

Pengungsi Sulbar Bergejala Klinis Akan Diprioritaskan Tes Cepat Antigen

Fadli
Fadli

Jumat, 22 Januari 2021 20:35

Sejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO /Akbar Tado/foc/pri.
Sejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO /Akbar Tado/foc/pri.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan memprioritaskan pelaksanaan tes cepat antigen COVID-19 bagi pengungsi korban gempa dengan gejala klinis.

“Sekarang ini, untuk tracing yang baru kita assesment ialah mereka (pengungsi) yang ada gejala klinisnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr Alief Satria yang dihubungi, Jumat (22/1/2021).

Menurut dr Alief, tenaga kesehatan dan para relawan juga menjadi prioritas utama pelaksanaan tes cepat antigen karena memiliki intensitas bersama korban gempa yang lebih besar dan diharapkan dalam keadaan aman dari COVID-19. Apalagi akses keluar-masuk relawan di Sulbar masih terus berlangsung.

Alief menyampaikan pelaksanaan PCR juga tengah dioptimalkan dan semakin efektif dilakukan setelah hadirnya satu unit mobile PCR dari Balai Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPKL) Makassar dan dua tambahan laboran dari Kabupaten Pasangkayu.

“Sebenarnya kami memang sudah lakukan tes PCR tetapi sekarang kapasitasnya bisa lebih banyak lagi karena ada tambahan, baik itu laboran maupun mobile PCR,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Kepada pengungsi, pelaksanaan PCR dilakukan secara hati-hati untuk tetap menjaga kondisi psikologis para korban gempa berkekuatan 6,2 SR, Jumat pekan lalu. Maka Dinkes Sulbar terus melakukan koordinasi intens terhadap kondisi pengungsi di Mamuju maupun Majene yang juga masih dalam proses assesment.

“Kalau ke pengungsi, kami sangat hati-hati melakukan itu, karena kita tahu soal COVID-19 kan banyak yang resisten,” ujar dia.

“Bahkan ini bisa jadi pangkal keributan lagi karena harus keluar dari pengungsian dan dibuatkan tempat karantina. Itu kan dampak psikologis juga, makanya kita edukasi dulu ke pengungsi, itu langkah-langkah yang kita lakukan,” tambah Alief.

Langkah hati-hati ini dilakukan untuk mencegah timbulnya penolakan massal, sembari Dinkes Sulbar mempersiapkan tempat untuk perawatan pasien COVID-19 untuk isolasi mandiri.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR19 April 2026 08:10
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan silaturahmi Kementerian Sosial RI, bersama pemerintah Provinsi...
OLAHRAGA18 April 2026 23:35
Dikalahkan Borneo FC, PSM Tetap di Peringkat 13 Klasemen Super League
PAREPARE, DATAKITA.CO – PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026, setelah dikalahkan Borneo FC. ...
MAKASSAR18 April 2026 20:45
Waspada! Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut untuk Penipuan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap marakn...
OLAHRAGA18 April 2026 14:19
Usung Semangat Siri’ Na Pacce, PSM Siap Hadapi Borneo FC Malam Ini
PAREPARE, DATAKITA.CO – Konsistensi Borneo FC Samarinda bakal menjadi tantangan besar bagi PSM Makassar pada duel pekan ke-28 BRI Super League 2...