SINJAI, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Sulsel Mizar Roem menyoroti proyek jembatan provinsi yang pengerjaannya makrak akibat lambannya kinerja kontraktor.

Hal itu disampaikan Mizar Roem saat melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam rangka Monitoring APBD Provinsi Sulsel, di Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur.
Proyek jembatan yang terletak di Balampangi Desa Bua, menghubungkan kabupaten sinjai-bulukumba yang dikerjakan sejak tahun 2022 dan kini sangat butuh perhatian pemerintah provinsi.
Baca Juga :
Aspirasi itu juga datang dari masyarakat Desa Salohe Kecamatan Sinjai Timur saat monitoring APBD Sulsel, Jumat (24/42023). Mayoritas warga mengadukan ke Mizar Roem soal lambannya proses pembangunan jembatan tersebut.

Mendengar aspirasi dari masyarakat, Mizar Roem mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera memanggil Dinas terkait dalam hal ini Dinas PUTR Sulsel untuk dicarikan solusi cepat,”
“Kita mencari jalan keluar sehingga tetap bisa dikerja tahun 2023 ini karena sudah terlanjur dibongkar dan aktivitas masyarakat terganggu,” kata Mizar Roem.
Legislator dari Fraksi Partai Nasdem ini mengatakan, proyek tersebut putus kontrak pada Februari 2023 lalu karena lambannya kinerja kontraktor yang pada akhirnya kini masyarakat dirugikan.
“Masyarakat jadi korban akibat kelalaian kontraktor. Kita berharap Dinas PUTR Sulsel setelah memutus kontrak segera mencari solusi agar dapat kerja di tahun 2023 ini karena kondisi darurat,” kata Mizar.

Dia juga menyampaikan, Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sejatinya punya komitmen dan perhatian pada pembangunan proyek infrastruktur di tahun 2022 dan tahun 2023 ini.
Karena itu, Mizar berharap dengan tingginya anggaran untuk sektor infrastruktur di Pemprov Sulsel, kinerja dan pengawasan OPD di lapangan harus semaksimal mungkin.
Setelah melakukan dialog bersama masyarakat Kecamatan Sinjai Timur, Mizar Roem langsung melihat sekaligus meninjau lokasi pembangunan jembatan Balampangi Desa Bua. (*)








Komentar