BONE, DATAKITA.CO – Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen perdana jagung hibrida di Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, pada Sabtu (3/7/2021).

Mentan SYL mengatakan saat ini hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan saat ini naik hingga 16.4 persen.
“Pertumbuhan sektor pertanian di masa pandemi menjadi satu-satunya sektor yang tetap tumbuh di Indonesia dan naik 16.4 persen,” kata SYL.
Baca Juga :
Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini mengatakan, Bone merupakan salah satu daerah yang memiliki tanah yang bagus, daerah yang cukup luas hingga pertanian di Bone harus dikembangkan lagi.
Bone juga harus melebarkan komoditi lain seperti menanam kedelai hitam agar bisa menciptakan atau memiliki kecap sendiri.
“Saya tanya tadi pak Bupati, kita buat kecaplah, tanam kedelai hitam. Harganya kan mahal kalau kedelai hitam tapi jangan dijual kedelainya, ujungnya itu Bone harus lahirkan kecap Bone, kecap istimewa Bone,” tantangnya.
Sementara itu Bupati Bone Andi Fashar Mahdin Padjalangi mengutarakan bahwa permintaan Mentan tersebut sangat baik dan menjadi tantangan masyarakat.
Ia mengaku akan menindaklanjuti tawaran Mentan dengan mengajak masyarakat untuk menam kedelai dan memberdayakan beberapa lahan pabrik gula di daerah Arasoe dan Camming.
“Tawaran pak mentan itu menjadi tantangan bagi kita, di Bone ada beberapa lahan pabrik gula yang bisa diberdayakan, Sebentar lagi saya akan catat lahan,” ungkap Andi Fashar.
Fashar menambahkan permintaan Mentan itu sebenarnya agar masyarakat memanfaatkan lahan tidak hanya satu jenis, melainkan menanam komoditas lain yang tidak menggangu tumbuhan lain di sekitarnya.
“Pak Mentan itu maunya agar lahan pertanian dimanfaat, dan tidak hanya terfokus pada satu jenis tanaman saja, sepeti jagung. Tapi harus ada komoditi lain yang tidak membunuh jagung,” jelas bupati.








Komentar