Masuk Makassar, Puluhan Sopir dan Penumpang Jalani Swab
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Puluhan sopir kendaraan dan penumpang yang masuk ke Kota Makassar menjalani tes swab antigen atau swab on the road di Terminal Malengkeri, Kamis (12/8/2021).
Sedikitnya ada 45 orang yang diminta menjalani swab. Namun yang menjalani swab hanya 43, dua orang lainnya tidak ada di lokasi saat akan diswab. Keduanya hanya menitipkan kartu tanda penduduk miliknya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Imam Hud, mengaku akan mencari 2 sopir yang pergi saat akan dites swab antigen. Hal ini juga disebut sebagai edukasi dan pencegahan penyebaran COVID-19.
“Faktanya yang kita laporkan saja 43, itu ada kita catat, tidak kembali, itu menitipkan KTP, tapi kita tahu alamatnya, kita tracing rumahnya, tapi sejauh ini di kasat mata tak bergejala positif,” jelasnya di Terminal Malengkeri, Makassar.
Pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk ke Kota Makassar dilakukan di perbatasan mulai pukul 09.00 Wita. Ada empat titik perbatasan Makassar yang dilakukan penjagaan dan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang masuk dalam kota.
Satu per satu sopir daerah dan penumpang diperiksa indentitasnya oleh petugas TNI. Petugas juga memeriksa kendaraan umum yang akan masuk ke terminal.
Dari hasil pemeriksaan itu, 45 orang dilakukan swab. Namun saat hendak diswab, dua orang diketahui pergi dan hanya meninggalkan kartu tanda penduduk.
“Jadi melaksanakan swab on the road. On the road itu ada 4 titik yaitu di Terminal Malengkeri, Aroepala, Sudiang, dan Jalan Penghibur. Untuk kegiatan yang saya pimpin, yang di wilayah Malengkeri, dalam waktu satu setengah jam itu, ada 43 yang kita swab on the road,” jelasnya.
Dari 43 orang yang menjalani swab, tidak ada yang ditemukan reaktif. Semuanya negatif. Meski begitu, Imam Hud tetap meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
“Dari 43 (diperiksa) itu kita acak penumpangnya, alhamdulillah 43 negatif semua. Target sebanyak mungkin, kita lakukan swab, testing sejauh mana penyebaran COVID-19, tapi yang lebih dari itu kalau kita mau tracing,” kata Imam Hud.
Swab on the road ini akan dilakukan selama 10 hari ke depan dengan sistem acak hingga melihat perkembangan COVID-19 di Kota Makassar.