Logo Datakita.co

Markis Kido Tutup Usia, Ketua PBSI Sulsel: Semangatnya Harus Jadi Contoh Atlet Muda

Fadli
Fadli

Selasa, 15 Juni 2021 10:56

Markis Kido (int)
Markis Kido (int)

MAKASSAR, DATAKITA.CO — Dunia olahraga tanah air berduka. Mantan pebulu tangkis nasional dan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido meninggal dunia saat sedang bermain bulu tangkis di Tangerang, Senin (15/6/2021).

Kabar meninggalnya pebulu tangkis spesialis ganda putra itu pertama kali diunggah oleh Yuni Kartika, yang juga mantan pebulu tangkis nasional, melalui cuitan Twitternya.

“Almarhum meninggal karena serangan jantung saat sedang main badminton,” Yuni.

Kido meninggal pada usia 36 tahun.

Ketua PBSI Sulsel, Devo Khaddafi, mengenang bahwa Kido merupakan sosok yang humble dan mudah berteman dengan orang.

Termasuk ia sering datang ke Sulsel untuk mengikuti kejuaraan lokal.

“Beliau sering datang ke Sulsel untuk mengikuti kejuaraan yang bersifat lokal,” ujar Devo, Senin (14/6/2021).

“Beliau banyak berteman dengan teman-teman atlet bulutangkis Sulsel. Kido sosok atlit besar yang humble,” lanjutnya.

Devo menyebut di Sulsel banyak pebulutangkis muda yang melihat Kido sebagai panutan dalam bermain. Kido selalu memiliki penggemar sejati di Sulsel.

Ia pun berharap para atlet muda di Indonesia dapat menirukan semangat yang dibawa oleh Kido selama masa hidupnya.

“Semangatnya untuk terus bermain bulutangkis harus menjadi contoh bagi para atlet muda,” pungkasnya.

Prestasi Markis Kido

Markis Kido kelahiran Jakarta 11 Agustus 1984 itu karirnya di bulu tangkis tidak terlalu lama. Dia menghuni Pelatnas Cipayung hanya 8 tahun, tetapi prestasi yang ditorehkannya cukup lengkap.

Berbagai prestasi dari tingkat nasional, regional, hingga yang tertinggi meraih emas Olimpiade pernah diraihnya.

Berpasangan dengan Hendra Setiawan, sejak masih bermain untuk Klub Jaya Raya hingga ia meninggalkan Pelatnas Cipayung pada 2009 Kido mencatat berbagai pretasi.

Selain emas Olimpiade Beijing 2008, mereka juga menjadi juara dunia pada 2007, meraih emas Asian Games 2010, juara SEA Games (2005, 2007, 2009) serta berbagai kejuaraan lainnya, seperti Kejuaraan Asia, turnamen Grand Prix dan Super Series.

Gelar yang diraih pasangan yang usianya hanya terpaut dua pekan itu (Hendra kelahiran 25 Agustus 1984) cukup lengkap. Maka tidak heran jika Hendra yang sekarang berduet dengan Mohammad Ahsan begitu kehilangan dengan kepergian Kido.

Melalui akun Instagramnya, Hendra yang sedang bersiap menghadapi Olimpiade Tokyo itu menyampaikan rasa terima kasijnya kepada Kido, pasangan duetnya selama 14 tahun.

“Dia salah satu pemain yang luar biasa dan sangat bertalenta. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menjadi partner yang sangat baik buat saya dalam waktu menang ataupun kalah. Terima kasih sudah berpartner mulai dari nol dan berjuang bersama selama 14 tahun. Terima kasih Kido & selamat jalan,” tulis Hendra.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR26 September 2021 22:11
Tujuh Komunitas Sepeda Road Bike Makassar Gowes Bareng
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tujuh komunitas sepeda road bike Makassar melakukan gowes bersama (gobar). Mereka start dari Hotel Maleo menuju bandara ...
POLITIK26 September 2021 21:21
Dukung Pembangunan, Nunung Dasniar Imbau Warga Tertib Bayar Pajak
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2018 tentang paj...
POLITIK26 September 2021 19:14
Hasanuddin Leo Minta Pemkot Makassar Awasi Penggunaan Air Bawah Tanah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo menggelar sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 1 tahun 2018 tentang Ret...
POLITIK26 September 2021 18:46
Ray Suryadi Arsyad Minta Pemkot Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad menggelar sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 1 tahun 2019 tentang...