MAKASSAR, DATAKITA.CO – Jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya memastikan pengawasan dan pengelolaan parkir pada pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 akan diperketat untuk mencegah praktik parkir liar dan tarif di luar ketentuan.

Dukungan dan support pada event olahraga tahunan yang akan dipusatkan di kawasan ikonik Anjungan Pantai Losari pada 30–31 Mei 2026 itu.
Perumda Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan dengan menurunkan sekitar 50 juru parkir (jukir) resmi yang dibantu jajaran direksi serta pengawas lapangan di sejumlah titik strategis.
Baca Juga :
Puluhan petugas tersebut disiagakan di 12 kantong parkir resmi yang tersebar di sekitar venue utama MHM guna mengantisipasi lonjakan kendaraan ribuan peserta, official.
Maupun masyarakat yang diperkirakan memadati kawasan pesisir Kota Makassar selama dua hari pelaksanaan event.
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan secara matang jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan dengan memetakan seluruh kantong parkir resmi di sekitar venue utama Makassar Half Marathon.
“Kami Perumda Parkir Makassar akan memperketat pengawasan di lapangan pada titik kantong parkir yang sudah kami tetapkan dan tugas jukir berjaga-jaga,” ujarnya, Jumat (29/5/2026), usai memantau titik parkir di sekitar Anjungan losari.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan event olahraga berskala nasional itu berjalan tertib, aman, nyaman, serta bebas dari praktik parkir liar dan pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat atau peserta ikut Hajatan tahunan tersebut.
Dengan pengawasan yang diperketat dan penempatan petugas di berbagai titik strategis tersebut, Pemkot Makassar berharap pelaksanaan Makassar Half Marathon 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga berskala nasional.
Tetapi juga mampu memberikan rasa nyaman, aman, dan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan pengunjung yang datang ke Kota Daeng.
“Terkait jukir resmi pada kegiatan MHM ini, memang berada di bawah koordinasi tim internal, jukir dan pihak keamanan. Tetapi jauh-jauh hari kami sudah mengatur kantong-kantong parkir yang ada berkaitan dengan Makassar Half Marathon ini,” tambah Adi Rasyid Ali.
Untuk mendukung pengamanan dan penataan parkir selama event berlangsung, sekitar 50 juru parkir resmi diterjunkan dan dibantu langsung oleh jajaran direksi, pengawas lapangan, hingga personel internal Perumda Parkir Makassar Raya.
Adapun titik kantong parkir resmi yang telah disiapkan meliputi kawasan Tugu MNEK, taman Patung Gajah, Jalan Lamaddukelleng, jalan Datu Museng, jalan Maipa.
Jalan Metro Tanjung Bunga, area Posko Dishub, jalan Arief Rate, jalan Haji Bau, jalan Rajawali, area samping Masjid Terapung, hingga kawasan utara Losari sekitar jalan Benteng Somba Opu.
Adi menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan parkir yang sempat terjadi pada event sebelumnya kembali terulang pada pelaksanaan Makassar Half Marathon tahun ini.
“Persoalannya jumlah kendaraan dan peserta membludak. Karena itu sekarang kita atur dengan maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Kota Makassar itu mengungkapkan, seluruh jajaran direksi mulai dari Direktur Operasional (Dirops), Direktur Umum (Dirum).
Hingga Direktur Keuangan (Dirkeu) telah menggelar rapat khusus guna memastikan kesiapan personel dan pengaturan kantong parkir selama event berlangsung.
“Kami sudah rapat satu hari penuh. Kita akan menurunkan full team pegawai Perumda Parkir untuk menata perparkiran yang ada di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.
Selain memastikan titik parkir resmi tersedia, Perumda Parkir juga menegaskan bahwa sepanjang jalur start hingga finish lomba tidak diperbolehkan ada kendaraan yang parkir di badan maupun bahu jalan.
Dikatakan, minimal dari titik start sampai finish tidak boleh ada lagi kendaraan, khususnya mobil, yang parkir di bahu jalan di sekitar area kegiatan.
Terkait tarif parkir, Perumda Parkir Makassar Raya memastikan tarif yang diberlakukan bersifat flat atau tetap selama event berlangsung, tanpa tarif progresif maupun pungutan tambahan lainnya.
“Tarifnya parkir khusus. Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Tidak ada lagi tarif Rp10.000 atau pungutan di luar ketentuan itu,” tegasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar itu, juga meminta masyarakat untuk aktif mengawasi praktik parkir di lapangan dengan selalu meminta karcis resmi kepada petugas parkir.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting untuk membantu menekan praktik pungli maupun keberadaan juru parkir liar selama event berlangsung.
Ia juga memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk Brimob, guna melakukan pengamanan dan penindakan terhadap oknum jukir liar yang mencoba memanfaatkan momentum event.
“Kita juga akan menurunkan tim TRC bersama Kepolisian. Kalau ada yang macam-macam, kita langsung suruh tangkap dan amankan,” katanya.
Pihaknya sudah membekali seluruh petugas dengan karcis resmi, bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, ambil karcisnya, minta karcisnya.
Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan, Perumda Parkir Makassar Raya juga membuka layanan pengaduan melalui nomor Humas 081142668899.
Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya pungutan parkir di luar ketentuan resmi.
“Kalau ada yang meminta tarif di luar ketentuan, foto, videokan, lalu laporkan. Kami akan tindak tegas. Perumda Parkir sekarang berbeda, kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Adi Rasyid Ali.
Sedangkan, Direktur Operasional (Dirops) Perumda Parkir Makassar Raya, Andi Ryan Adrianto, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah kantong parkir di sekitar area kegiatan MHM.
Dan menurunkan personel khusus untuk melakukan pengamanan serta pengawasan langsung di lapangan.
“Ada kurang lebih 12 titik kantong parkir yang kami siapkan. Persiapan dna pengaturan kami lakukan sebagai bentuk dukungan dan support even MHM ini,” ujar Ryan saat memberikan keterangan kepada media.
Dia menjelaskan, berdasarkan instruksi Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, seluruh titik tersebut akan dijaga langsung oleh personel internal Perumda Parkir melalui sistem soft force.
“Perumda Parkir menurunkan seluruh personel yang memiliki potensi untuk menjaga area parkir, kami yakin kerja tim ini bisa menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Ryan menegaskan, petugas resmi Perumda Parkir yang bertugas di lapangan akan menggunakan atribut lengkap berupa rompi atau seragam Perumda Parkir serta ID card resmi.
Dalam pelaksanaan pengamanan parkir MHM 2026, Perumda Parkir tidak melibatkan juru parkir (jukir) biasa, melainkan seluruh pengelolaan dilakukan langsung oleh pegawai internal perusahaan.
Ia menyebutkan, sedikitnya hampir 50 personel akan disebar di sejumlah titik kantong parkir selama pelaksanaan event berlangsung.
Menurut Ryan, seluruh personel yang ditugaskan bahkan telah lebih dulu melakukan survei lapangan dan sosialisasi kepada para jukir agar tidak melakukan aktivitas parkir liar selama kegiatan berlangsung.
Ia juga memastikan sepanjang jalur start hingga finish steril dari kendaraan parkir, khususnya mobil yang menggunakan bahu jalan.
“Dari titik start sampai finish tidak boleh ada lagi kendaraan, khususnya mobil, yang parkir di bahu jalan,” tegasnya. (*)








Komentar