Logo Datakita.co

Legislator Golkar Debbie Rusdin Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan di Wajo dan Mamajang

Fadli
Fadli

Sabtu, 13 Maret 2021 22:48

Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Debbie Purnama Rusdin saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, Sabtu (13/3/2021).
Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Debbie Purnama Rusdin saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, Sabtu (13/3/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Debbie Purnama Rusdin mengatakan bahwa di era teknologi seperti sekarang ini, kaum milenial banyak bersentuhan dengan dunia maya. Untuk itu kaum milenial sangat penting selalu menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kenapa ini penting? Karena milenial lah yang akan tumbuh membangun daerah dan bangsa ini kedepan,” kata Debbie Purnama Rusdin saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama warga Kecamatan Wajo, di Hotel Agraha, Jalan Andalas, Kota Makassar, Sabtu (13/03/2021).

Kegiatan yang mengangkat “Solidaritas Sosial” ini menghadirkan dua narasumber yaitu Doktor Abdi dari Univesitas Muhammadiyah Makassar dan Praktisi Hukum Sulaiman Syamduddin.

Debbie Rusdin menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program dari DPRD Sulsel untuk membangkitkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, presiden pertama Indonesia, Soekarno, menyatakan bahwa Indonesia adalah negara gotong royong. “Hal ini sangat relevan dengan era sekarang di tengah pendemi yang perlu dibangun solidaritas sosial yang tinggi,” jelas Debbie Purnama.

Sementara dosen Ilmu Sosial Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar Doktor Abdi yang hadir sebagai pemateri sangat mengapresiasi Debbie Rusdin yang telah menjalankan fungsi kedewanan.

Abdi mengatakan bahwa ada khawatiran mengikisnya nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial di tengah era media sosial. Untuk mengatisipasi hal itu, menurut Abdi, gerbang pertama ada pada lingkungan keluarga dalam memberikan pendidikan.

“Ada kekhawatiran mengikis nilai-nilai kebangsaan dan sosial di tengah maraknya media sosial. Apa yang dilakukan Ibu Dewan (Debbie Purnama) hari ini adalah bagian dari semangat untuk membangkitkan solidaritas sosial. Dan di era sekarang untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial, kuncinya pendidikan dalam lingkup keluarga,” jelas Abdi.

Sementara praktisi hukum Sulaiman Syamsuddin juga menekankan bahwa untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, pendidikan dalam lingkungan memiliki peran yang sangat penting.

“Ancaman bukan lagi pada senjata seperti saat perang, tapi sekarang ada di media sosial. Peran keluarga sangat penting dalam melakukan pembinaan, baik itu pendidikan moral dan SDM. Pendidikan tentang nilai-nilai harus dimulai dari lingkungan keluarga,” ucap Sulaiman.

Setelah melakukan tatap muka dengan warga Kecamatan Wajo, Debbie Rusdin melanjutkan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama warga Mamajang. Kali ini berlangsung di Hotel Prima, Jalan Ratulangi.

Sosialsiasi di Mamajang juga menghadirkan dua narasumber, yaitu akademisi dari Universitas Bosowa Arief Wicaksono dan praktisi hukum Muhammad Bazra.

Arief Wicaksono mengatakan bahwa banyaknya persoalan di tengah masyarakat seperti banjir, Covid-19, pengangguran yang tinggi dan lain sebagainya dibutuhkan solidaritas sosial.

“Adanya handphone yang makin canggih, ini mengurangi atau mengikis solidariyas sosial kita. Mari kita aktifkan sifat sosial kita. Jangan nanti Covid, banjir dan kebakaran nanti dibantu orang,” ucap Arief.

Arief Wacaksono juga mengajak masyarakat untuk tak hanya menghafal Pancasila tapi diimplementasikan.

“Solidaritas sosial kita kaitkan dengan Pancasila, sila ke berapa? Itu ada di sila kelima. Salah satunya solidaritas sosial. Untuk itu Pancasila jangan sekadar dihafal tapi diresapi, kemudian diimplementasikan,” ajak Arief.

Sementara itu Bazra menyampaikan bahwa momentum Covid-19 ini adalah bagian dari ujian, apakah solidaritas sosial itu masih ada.

“Di tengah pendemi Covid-19 ini, kita diuji, apakah masih ada solidaritas sosial kita. Orang kelaparan, itu akan memunculkan empati kita, bagaimana solidaritas, keinginan kita untuk membantu. Saling membantu itulah sejatinya manusia Indonesia,” tegas Bazra.

Sosialisasi yang dilakukan di dua titik tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan.

 Komentar

 Terbaru

ASN Gowa Dilarang Mudik Lebaran, Wabup: Jangan Coba-coba Melanggar
DAERAH21 April 2021 19:41
ASN Gowa Dilarang Mudik Lebaran, Wabup: Jangan Coba-coba Melanggar
GOWA, DATAKITA.CO – Seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa diminta untuk tidak mudik lebaran tahun ini. ...
Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
DAERAH21 April 2021 17:37
Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Muh. Arham Darmawan, atlet sepakbola yang lolos untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16, akhirnya bertemu Bupati...
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR21 April 2021 14:05
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memberikan motivasi kepada peserta Pendidikan Latihan dan Pimpinan (Dik...
Sapi di Gowa Dicuri, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
BERITA21 April 2021 13:09
Sapi di Gowa Dicuri, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
GOWA, DATAKITA.CO – Seekor sapi dilaporkan hilang dan ditemukan sudah dalam kondisi tinggal tulang belulang. Rupanya, pencuri telah menyembelih sapi...