Kutuk Bom Bunuh Diri di Katedral, Bravo 5 Sulawesi Akan Kunjungi Para Korban

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bravo 5, Organisasi Masyarakat (Ormas) binaaan Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Koordinator Bravo 5 Wilayah Sulawesi, Hj Asyfa M Br Ginting Manik (SYF) mengatakan, peristiwa ini sangat mengagetkan semua pihak.

“Kami mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar. Sekaligus sangat prihatin dengan kejadian ini,” katanya.

Bunda Syfa, sapaan akrab Asyfa M Br Ginting Manik, berharap para korban diberi kesabaran dan ketabahan atas musibah yang terjadi ini.

“Insya Allah kami akan mengunjungi para korban. Ini sangat penting, karena tentu para korban sangat trauma dengan kejadian ini,” kata pemerhati wong cilik ini.

Bunda Syfa berharap pihak keamanan lebih memperketat penjagaan di Sulsel, terutama Kota Makassar.

“Tentu dibutuhkan kerja sama yang baik dengan masyarakat untuk sama-sama menjaga kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

“Mari kita menolak, mencegah, dan memerangi paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia. Salam Bravo 5,” tambah kandidat magister hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta ini.

SYF, akronim nama dari Asyfa M Br Ginting Manik, mengatakan, kepedulian Bravo 5 terhadap korban bom bunuh diri ini, sejalan dengan asas dan tujuan pejuang Bravo 5.

“Asas pejuang Bravo 5 didirikan berasaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Sementara, tujuan didirikannya Bravo 5 adalah untuk mengawal, mendukung, dan membantu pemerintah untuk mencapai cita-cita NKRI dalam mengisi kemerdekaan yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta mengamankan NKRI dari ancaman politik identitas, intoleransi, terorisme, dan ancaman lainnya,” jelas SYF.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, sekira pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021).

Ledakan ini mengakibatkan korban luka sebanyak 20 orang. Beberapa di antara korban itu saat ini tengah dirawat di RS Bhayangkara Makassar, RS Stella Maris, RS Siloam, RS Akademis Jaury, dan RS Pelamonia.

Berita Terkait
Baca Juga