Kukuhkan Tiga Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Ini Harapan Rektor Unhas
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Rapat Paripurna Senat Akademik untuk menerima tiga jabatan profesor baru di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP).
Upacara pengukuhan professor berlangsung di Ruang Senat Akademik, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (27/3/2024), dimulai pukul 09.00 Wita.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., serta anggota Senat Akademik, Dewan Professor, dan tamu undangan, termasuk keluarga dari para professor yang dikukuhkan.
Ketiga professor yang dikukuhkan adalah sebagai berikut: Prof. Dr. Ir. Rahmadi Tambaru, M.Si., dalam bidang Planktonologi Laut, menjadi guru besar ke-515; Prof. Dr. Ir. Khusnul Yaqin, M.Sc., dalam bidang Ekotoksilogi Perairan, menjadi guru besar ke-516; dan Prof. Dr. Ir. Mahfud Polo, M.Si., dalam bidang Bahan dan Alat Penangkapan Ikan, menjadi guru besar ke-517.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Si., menyampaikan selamat kepada para professor yang baru dikukuhkan.
Rektor berharap penambahan jumlah guru besar di Unhas akan berdampak positif pada pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
“Unhas telah menghasilkan beberapa inovasi, seperti pengembangan varietas Jagung Jago. Kami berharap para guru besar Unhas terus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Prof. Jamaluddin juga menekankan bahwa penelitian yang dilakukan oleh para guru besar tersebut sangat penting dan berdampak besar pada pengembangan bidang ilmu masing-masing.
“Kami berharap para guru besar tetap aktif dan produktif dalam memberikan kontribusi melalui aktivitas tridharma. Ini akan mendorong kualitas lulusan yang memiliki daya saing tinggi,” jelas Prof. Jamaluddin.
Sebelumnya, masing-masing guru besar telah menyampaikan pidato penerimaan, yang membahas bidang keahlian mereka.
Prof. Rahmadi menjelaskan hasil penelitiannya tentang “Peran dan Kualitas Fitoplankton di Wilayah Pesisir serta Implikasinya terhadap Perubahan Iklim dan Keamanan Pangan”.
Dia menyoroti pentingnya penelitian ini dalam konteks tekanan ekologis dan perubahan iklim yang dialami wilayah pesisir.
Sementara itu, Prof. Khusnul membahas penelitiannya mengenai “Peranan Biomarker dalam Manajemen Sumber Daya Perairan di Era Industri 4.0”.
Dia menyoroti pentingnya penggunaan biomarker dalam aktivitas pemantauan lingkungan, meskipun masih terdapat kendala terkait akses dan biaya.
Kedua pidato tersebut menunjukkan komitmen para guru besar baru untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan di Indonesia.