MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan bahwa lewat Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2021 yang digelar serentak se-Indonesia ini, Polri berharap mampu menekan jumlah penyebaran virus Covid-19.

“Tentunya juga diwaspadai adanya varian baru Covid-19, dan inilah salah satu bentuk upaya pencegahan, yaitu dengan pelarangan mudik dengan menjaga perbatasan dan area transportasi lainnya. Tentunya dengan pelarangan mudik dapat dicegah terjadinya klaster mudik,” kata Kapolda setelah apel gelar pasukan dalam rangka persiapan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2021 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (5/5/2021).
Selain Polda Sulsel, apel gelar pasukan ini melibatkan juga TNI dan Forkopimda Sulsel, dengan inspektur upacara Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Baca Juga :
Hadir pula Kapolda Sulsel Irjen Po Merdisyam, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, para Pangkotama, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Halim Pagarra, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan seluruh PJU Polda Sulsel, unsur TNI, Forkopimda.
Sementara itu Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa Operasi Ketupat 2021 digelar untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana pandemi Covid-19 yang masih melanda.
Menurutnya, pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Ini merupakan tahun kedua pemerintah telah mengambil kebijakan melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur hari raya Idul Fitri, karena situasi pandemi Covid-19.
Nantinya, para personel Operasi Ketupat 2021 bertugas menjaga pos dan batas-batas wilayah daerah sebagai bentuk pencegahan mudik, sebagai upaya agar virus corona dapat dicegah dari terjadinya klaster mudik.
Personel yang disiagakan terdiri dari Polri, TNI, Pol PP, Perhubungan, SAR, dan seluruh unsur terkait lainnya.
Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menjelaskan Operasi Ketupat 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai 6 hingga 17 Mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegakan hukum.
“Ini dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.
E Zulpan menambahkan bahwa kegiatan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah yang melarang kegiatan mudik lebaran 2021 guna menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Operasi tersebut akan mengedepankan upaya preventif, sosialisasi dan juga penegakan hukum selama masa operasi berjalan.
“Tentunya ini akan disampaikan secara humanis dan persuasif,” tambahnya.








Komentar