Kandang Ayam di Sidrap Terbakar, 19.000 Ekor Ayam Terpanggang
SIDRAP, DATAKITA.CO – Kebakaran hebat melanda kandang ayam sistem close house di Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Rabu (25/3/2026).
Insiden tersebut menyebabkan sekitar 19.000 ekor ayam mati dan menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa itu terjadi saat api tiba-tiba membesar dan dengan cepat melahap seluruh bagian kandang.
Dalam waktu singkat, kobaran api tak terkendali sehingga sebagian besar ayam tidak sempat diselamatkan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga tidak mampu menghentikan laju si jago merah.
Sebanyak tujuh unit armada dan sekitar 30 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah upaya intensif, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan, meski kandang beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Bupati Sidrap Kunjungi Lokasi Kebakaran
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, melakukan respons cepat dengan meninjau langsung lokasi kebakaran di Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa, Selasa malam (24/3/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati Syaharuddin Alrif didampingi oleh sejumlah pejabat setempat. Ia berdialog dengan pemilik usaha dan warga sekitar guna memberikan dukungan moral.
Di hadapan masyarakat, Bupati menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut dan mengajak warga agar tetap tabah.
“Kita turut prihatin atas kejadian ini. Saya berharap keluarga yang terdampak bisa tetap kuat dan bersabar menghadapi cobaan ini,” ujar Syaharuddin.
Ia juga menyatakan, Pemkab Sidrap segera menyalurkan bantuan, baik berupa dukungan perbaikan fisik maupun bantuan logistik lainnya yang diperlukan oleh korban terdampak.
Selain meninjau kerusakan, Bupati juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik.
“Perangkat yang terus terhubung arus listrik dalam waktu lama dapat memicu panas berlebih dan mengakibatkan api,” terangnya.
Ia menegaskan, kesadaran serta kehati-hatian masyarakat dalam penggunaan peralatan elektronik merupakan kunci utama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.