Kakek di Bone Butuh Waktu 2 Tahun Bangun Rumah di Bawah Tanah, Begini Bentuknya
BONE, DATAKITA.CO – Sebuah video viral di media sosial (medsos), dimana seorang Kakek di Kabupaten Bone membangun rumah di bawah tanah. Sang kakek yang bernama Zainuddin ini menghabiskan waktu dua tahun untuk menggali tanah.
Zainuddin menggali rumah di bawah tanah itu hanya sekadar hobi. Lokasi rumah bawah tanah itu berada di halaman dekat rumah Zainuddin sendiri, tepatnya di Desa Awang Cenrana, Kecamatan Amali, Bone, Sulsel.
Zainuddin pun sudah ditemui oleh Camat Amali, Amir Kadir. Bahkan, Amir meminta Zainuddin berhenti membangun rumah bawah tanah karena berbahaya, terutama bagi Zainuddin sendiri.
“Saya melarang, karena khawatir longsor. Saya sudah ingatkan jangan dilanjutkan karena tidak ada juga manfaatnya. Itu hanya tempat mainan,” jelas Amir, Selasa (4/5/2021).
Saat ditemui camat, Zainuddin mengaku membuat rumah bawah tanah itu hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Maklum, selama ini ia hanya tinggal seorang diri di rumahnya.
Selain untuk mengisi kekosongan waktu, Zainuddin mengaku punya hobi.
Kakek di Bone membangun rumah di bawah tanah. (int)
Sebelumnya, Zainuddin pernah merantau ke Malaysia. Di sana, dia bekerja sebagai tukang. Sepulang dari Malaysia, dia bekerja mengolah lahannya sendiri.
Menurut Amir, sudah dua tahun Zainuddin membuat rumah di bawah tanah. Meski belum sepenuhnya rampung, rumah itu sudah bisa dimasuki oleh orang dewasa.
“Di dalamnya tidak ada pi barang-barang hanya sebatas galian. Belum ada berbentuk kamar atau apa. Baru tangga-tangga menuju lorong na kasih tembus tanah dengan tanah. Dan bisa masuk dengan 2 sisi. Tapi tidak ada pi ruang dibikin atau tempat istirahat itu tidak ada,” jelas Amir.
Selama dua tahun mengerjakan rumah bawah tanah, Zainuddin disebut hanya menggunakan alat seadanya. Oleh sebab itulah Amir mengaku khawatir warganya itu bisa saja tertimpa longsoran tanah.
“Karena dengan manual juga, dengan cangkul, sekop, dan alat kebun,” tuturnya.
Dalam video viral, tampak seorang anak kecil yang berjalan turun di sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Tangga tersebut dibuat dari bekas galian Zainuddin.
Selepas menuruni tangga, anak kecil tersebut menunjuk sebuah pintu bawah tanah. Dalam rumah bawah tanah mirip bungker itu, tampak sejumlah lorong dan ruangan. Terlihat sejumlah ruangan di bawah tanah itu sudah diberi tikar alami dari rumput.