MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan bantuan 250 tabung oksigen medis ukuran 6 meter kubik ke Pemprov Sulsel.

Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) ke Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (30/8/2021).
Andi Iwan Aras mengatakan, dalam kondisi pandemi yang masih berlanjut seperti saat ini, seluruh elemen, baik organisasi, pemerintahan dan masyarakat harus turut serta berperan dalam upaya penanganan pandemi.
Baca Juga :
Salah satunya dengan bantuan oksigen medis. Ia pun berharap bantuan ini bisa menjadi solusi dalam menangani masalah kelangkaan oksigen medis.
“Intinya kami sebagai mitra pemerintah siap untuk bersinergi dengan Pemprov Sulsel. Kami juga selalu siap mensupport program pemerintah, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Andi Iwan Aras.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Iwan Aras juga melaporkan terkait perkembangan program vaksinasi yang dilakukan Kadin Sulsel.
“Pelaksanaan vaksinasi yang kami lakukan sudah selesai dengan baik. Ke depan jika dibutuhkan, kami akan mengajak Kadin daerah untuk melaksanakan vaksinasi gotong royong,” terangnya.
Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi dan solidaritas antara pemerintah dengan semua elemen masyarakat, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.
“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan 250 tabung oksigen medis dari Kadin Sulsel. Ini memang sangat dibutuhkan untuk melayani kebutuhan pasien Covid-19 di rumah sakit, baik provinsi, daerah, maupun rumah sakit vertikal,” kata Andi Sudirman.
“Oksigen medis sangat dibutuhkan, karena menjadi kunci hilir dalam penanganan pandemi Covid-19. Artinya, bantuan Kadin ini sudah sangat tepat,” sambungnya.
Untuk penyaluran bantuan oksigen medis ini, kata Andi Sudirman, akan dilakukan melalui tim fasilitasi CSR Pemprov Sulsel. Tim tersebut yang nantinya akan melihat dan menyerahkan langsung oksigen medis kepada rumah sakit yang memang dinilai layak mendapatkannya.
“Saat ini memang ada beberapa rumah sakit yang butuh oksigen dalam instrumen penanganan pasien. Kami juga sudah pesan 500 tabung oksigen medis, hanya saja terkendala masalah teknis untuk produksinya. Sehingga bantuan 250 oksigen dari Kadin ini bisa menjadi subtitusi kebutuhan, sekaligus sebagai stok,” tuturnya.








Komentar