Jembatan Barombong Bakal Mirip Jembatan Tenggarong, Dialokasikan Anggaran Rp300 Miliar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengalokasikan anggaran Jembatan Barombong sekira Rp300 miliar. Itu, upaya dalam melakukan penataan di kawasan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Tajuddin Beddu mengatakan proyek jembatan tersebut desainnya mirip-mirip dengan Jembatan Tenggarong di Kutai Kartanegara.
“Pastinya kalau disetujui anggaran Rp300 miliar pakai jembatan pelengkung. Mirip-mirip di Tenggarong,” singkat Tajuddin, Kamis (17/2).
Jika tahun ini usulan itu disetujui pemerintah pusat, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan Detail Engineering Desain (DED). Setelah itu, barulah tahun depan dikerjakan.
Terpisah, Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan proyek pembangunan Jembatan Barombong sulit dikerjakan tahun ini. Meski begitu, usulan itu sudah dimasukkan ke pemerintah pusat.
“Saya sudah usulkan ke pemerintah pusat. Harus itu, karena itu kebutuhan,” papar Danny.
Danny menilai, pembangunan infrastruktur di daerah Barombong mesti segera dibenahi. Tidak hanya jembatan, Jalan Barombong juga akan diperlebar hingga wilayah perbatasan.
Selain menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros dan Gowa, Barombong juga akan menjadi kawasan waterfront city. Termasuk pengembangan pusat sarana olahraga dengan hadirnya Stadion Barombong.
“Di sana itu (Barombong) macetnya kalau sore-sore cukup parah. Kasihan orang yang lalu lalang. Kalau seperti itu sama dengan menghalangi lancarnya perekonomian,” katanya.
Karena itu, dia meminta kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dalam mendukung pengembangan kawasan Barombong.
Apalagi kata dia, Stadion Barombong merupakan otoritas pemerintah provinsi. Jika itu sudah berfungsi, maka bukan tidak mungkin akan terjadi lonjakan transportasi di kawasan tersebut.
“Jadi, fungsinya Barombong itukan bagian dari bangkitan transportasi dan menjadi beban Kota Makassar. Otoritas yang bangun itu di pemerintah provinsi,” pungkasnya.