Logo Datakita.co

Jangan Hanya Cari Keuntungan, Budi Hastuti Ingatkan Perusahaan Jalankan Program CSR

Aditya
Aditya

Jumat, 09 September 2022 14:59

Anggota DPRD Makassar, Budi Hastuti sosialisasikan Perda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), di Hotel Khas Makassar, Jl Andi Mappanyukki, Jumat (9/9/2022).
Anggota DPRD Makassar, Budi Hastuti sosialisasikan Perda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), di Hotel Khas Makassar, Jl Andi Mappanyukki, Jumat (9/9/2022).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti mengingatkan kepada perusahaan untuk menjalankan kewajibannya terhadap masyarakat. Salah satunya adalah program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda ) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), di Hotel Khas Makassar, Jl Andi Mappanyukki, Jumat (9/9/2022).

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa kewajiban itu sudah tertuang dalam Perda TJSLP. Olehnya, perusahaan diminta untuk tidak hanya mengejar keuntungan.

“Sudah jelas, jadi jangan hanya cari keuntungan saja. Lihat dampak yang timbul akibat perusahaan beroperasi di tengah lingkungan masyarakat,” kata Budi–sapaan akrabnya.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga menilai masih banyak perusahaan yang belum memaksimalkan CSR. Akibatnya, program tersebut tidak berdampak banyak ke masyakarat.

“Perusahaan besar yang beroperasi di tengah masyakarat jangan setengah-setengah dalam memberikan CSR. Ini yang harus ditekankan, kasihan masyakarat,” ucapnya.

Narasumber kegiatan, Babra Kamal mengatakan bahwa perusahaan acap kali menuntut hak dari pemerintah. Namun tidak menjalankan kewajiban sesuai Perda TJSL.

“Kalau kita bicara tanggung jawab nah itu sesuatu yang agak enggan karena biasanya rata-rata menuntut hak tapi tidak menjalankan kewajiban,” ujarnya.

Masalah itu, kata Kamal, sangat disayangkan. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini kewajiban diabaikan dan banyak menuntut hak. Sedangkan masyakarat mengeluhkan dampak buruk dari operasional perusahaan.

“Jadi perusahaan besar punya kewajiban. Fokusnya di lingkungan dan sosial. Karena saat ini perusahaan yang ada punya dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satunya adalah polusi,” katanya.

Narasumber kegiatan lainnya, Puspito Hargono menambahkan masyakarat juga harus mulai pro aktif ketika ada dampak buruk dari perusahaan di sekitar. Misalnya meminta kompensasi.

“Kalau perusahaan itu merugikan kita, harusnya kita meminta kompensasi. Itu sudah diatur dalam Perda,” jelas Popi–sapan akrabnya.

Terakhir, Popi juga menyampaikan bahwa perusahaan sudah harus lebih peka terhadap lingkungan. Meski tidak dikeluhkan, namun kewajiban program CSR harus tetap dijalankan.

“Perusahaan harus memberikan kompensasi terhadap operasional di sekitarnya. Apalagi, kalau sudah menganggu ketenangan lingkungan. Jangan malas-malasan,” tukasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...