Jam Belajar Tatap Muka Kemungkinan Akan Ditambah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kota Makassar sudah menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Namun sehari hanya 3 jam belajar. Sementara, waktu pertemuan belajar hanya 2 kali dalam sepekan.
Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mempertimbangkan penambahan jam belajar.
Sekertaris Disdik Kota Makassar, Amalia Malik menyampaikan, penambahan jam belajar bisa saja diakomodir hingga 5 jam dalam sehari, dan waktu pertemuan belajar bisa ditingkatkan menjadi 4 sampai 5 hari dalam sepekan.
Namun, kata dia, hal ini membutuhkan evaluasi lanjutan untuk melihat apakah penerapan protokol kesehatan selama PTM berlangsung dapat dipertahankan dengan waktu yang lebih lama.
“Jadi kita akan selesaikan karena ini masuk semester genap. Akan dievaluasi apakah jam pembelajaran akan ditambah atau harinya akan ditambah, itu memungkinkan kalau lihat ini SD dan SMP yang sementara berjalan,” ungkap Amelia Malik, Sabtu (13/11).
Sementara itu, ditemui terpisah, Plt Kepala Disdik Kota Makassar, Nielma Palamba menyampaikan, sejauh ini pelaksanaan PTM menunjukkan tren yang baik. Tak ditemukan adanya klaster baru Covid-19.
“Alhamdulillah tidak ada (positif) setelah diantigen,” ucap Nielma.
Kalaupun ada temuan kasus, sambung Kadis Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar ini, penanganan dini sudah dilakukan sebelum anak yang terkonfirmasi positif mengikuti PTM.
“Jadi itu tidak mengganggu karena lebih dahulu ditemukan. Sehingga anak dievakuasi dan di-tracing keluarganya. Sampai saat ini SOP kita seperti itu. Libatkan Covid Hunter dan tracing keluarganya,” jelasnya.