Logo Datakita.co

Jadi Pilot Project ILP, Kemenkes Tinjau Puskesmas Bontobangun Bulukumba

Fadli
Fadli

Sabtu, 18 Mei 2024 11:51

Jadi Pilot Project ILP, Kemenkes Tinjau Puskesmas Bontobangun Bulukumba

BULUKUMBA, DATAKITA.CO – Saat ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang didukung Kementerian Kesehatan bersama USAID-Momentum melaksanakan program Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup.

Lokus pendampingan Program ILP ini dilaksanakan di Puskesmas Bontobangun dan Pustu Bontoharu Kecamatan Rilau Ale yang dimulai sejak November 2023 yang lalu.

Dalam program ILP ini semua warga, baik balita, remaja, dan Lansia yang datang di Puskesmas, Pustu dan Posyandu akan discreening terkait kondisi kesehatannya, sehingga bisa diketahui kondisi kesehatan atau riwayat penyakit setiap warga.

Data ini akan terus diupdate secara digital, sehingga memudahkan petugas kesehatan untuk melakukan pencegahan atau mengantisipasi terjadinya penyakit yang lebih kronis.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, tim Kemenkes bersama USAID-Momentum melakukan peninjauan langsung ke lokus dampingan pada 15-16 Mei 2024.

Senior Program Manager USAID MOMENTUM Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Salwa Mochtar, MARS mengatakan replikasi program ILP ini minimal diterapkan di 10 Puskesmas di Kabupaten Bulukumba.

Tidak hanya di Puskesmas, tapi Salwa Mochtar berharap layanan Pustu dan Posyandu juga harus disiapkan seperti infrastruktur, kebutuhan Bahan Medis Habis Pakai dan pelatihan kader.

“Kita juga berharap ada kolaborasi lintas sektor seperti Dinas PMD dan Pokja PKK,” ungkapnya.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi kunjungan tersebut yang juga dihadiri langsung oleh Chief of Party USAID Momentum Maryjane Lacoste.

Andi Utta — sapaan akrab bupati, mengatakan program ILP ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang sehat sehingga lebih produktif.

Andi Utta mengajak untuk membangun budaya masyarakat yang sehat dengan mengubah cara pandang, dan perilaku masyarakat untuk lebih peduli pada Perilaku Hidup Sehat.

“Integrasi layanan kesehatan ini sangat penting kita wujudkan sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang fokus pada aspek promotif dan preventif,” pintanya.

Untuk diketahui USAID Momentum bersama dengan para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten akan melakukan studi implementasi di beberapa kabupaten untuk mendapatkan jawaban atau solusi terkait isu-isu pelaksanaan model ILP.

Studi implementasi ini meliputi 4 topik: telehealth antara puskesmas dan pustu-posyandu di Kabupaten Manggarai Barat, jaringan pelayanan pemerintah-swasta di Kabupaten Serang, supervisi fasilitatif di Kabupaten Deli Serdang, dan insentif kader berbasis kinerja di Kabupaten Bulukumba. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA20 April 2026 22:49
Kemenhaj Kerahkan 23 Dapur di Madinah untuk Layani Jemaah Haji, Siapkan Citarasa Khas Indonesia
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah ...
DAERAH20 April 2026 18:31
Pemkab Gowa Kolaborasi Lintas Sektor Berhasil Bedah Ratusan Rumah Keluarga Miskin Ekstrem
GOWA, DATAKITA.CO – Pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dibawah kepemimpinan ...
PEMERINTAHAN20 April 2026 18:17
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
BANDUNG, DATAKITA.CO – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan ...
MAKASSAR20 April 2026 12:04
Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan Hingga Perbatasan Gowa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, Kecamatan Manggala terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian da...