Logo Datakita.co

Ini 7 Poin Rekomendasi Kemenkes Terkait Program Isolasi Apung Pemkot Makassar

Fadli
Fadli

Sabtu, 31 Juli 2021 23:41

Ini 7 Poin Rekomendasi Kemenkes Terkait Program Isolasi Apung Pemkot Makassar

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, telah mengizinkan program isolasi apung yang digagas oleh Pemerintah Kota Makassar.

Izin itu berupa surat rekomendasi untuk tempat isolasi pasien Covid-19 di atas Kapal Pelni.

Surat rekomendasi Kemenkes RI ini terbit sebagai jawaban atas surat permohonan rekomendasi yang dibuat Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, untuk isolasi apung terpadu di kapal Pelni yang menjadi bagian dari program Makassar Recover, yang merupakan program penanganan Covid-19 di Makassar.

Menurut juru bicara Makassar Recover Aloq Natsar Desi, bahwa dalam Surat Rekomendasi Kemenkes RI yang ditandatangani Dirjen P2P DR Maxi Rein Rondonuwu, dengan nomor: SR.0304/II/1979/2021, Tanggal 28 Juli 2021, itu terdapat 7 poin yang harus diperhatikan oleh Pemkot Makassar dalam program isolasi di atas kapal Pelni.

Poin pertama yang harus diperhatikan, tempat isolasi dapat berupa hotel, sisma, asrama, balai pelatihan, rumah susun, dan fasilitas publik lainnya, asalkan memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh Ketua Satgas penanganan Covid-19 setempat atau otoritas setempat lainnya.

“Kemenkes menekankan, fasilitas isolasi terpusat harus terpisah dan tertutup bagi masyarakat umum agar tidak terjadi penyebaran penyakit,” kata Aloq, Sabtu (31/7/2021).

Dikatakanya, Kapal Pelni lokasi isolasi dapat direkomendasikan jika memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, baik persyaratan administrasi, maupun persyaratan kesehatan.

Selain itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang diisolasi di kapal Pelni, hanya pasien dengan tanpa gejala, atau tanpa penyakit komorbid dan terkontrol.

“Di ruang isolasi kapal Pelni juga harus ada dokter penanggung jawab, yang didukung tim kesehatan dalam penanganan pasien di atas kapal Pelni, dan diawasi otoritas kesehatan setempat, dalam hal ini yang dimaksud Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan tidak lupa pula mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan harus disiapkan,” jelasnya.

 Komentar

 Terbaru

EKOBIS28 September 2021 18:26
Pertamina Tukar Tabung LPG 3 Kg Milik ASN Maros dengan Bright Gas
MAROS, DATAKITA.CO – Pertamina melakukan jemput bola dengan memberikan promo tukar tabung LPG 3 Kg bersubsidi ke tabung LPG non-subsidi Bright G...
PENDIDIKAN28 September 2021 15:42
UIM Makassar Jalin Kerjasama dengan Pegadaian, Majdah: Saat Ini Era Kolaborasi dan Maju Bersama
JAKARTA, DATAKITA.CO — Lawatan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) DR Ir Hj A Majdah M Zain MSi di Jakarta, dalam sehari telah melakukan penanda...
BERITA28 September 2021 15:17
Kapolda Nyatakan Perang Melawan Narkoba, 74,9 Kg Sabu dan 38.600 Butir Ekstasi Dimusnahkan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Polda Sulsel memusnahkan barang bukti narkoba, yang dilakukan di lapangan Mapolda Sulsel pada Selasa (28/9/2021). Pemusnahan...
DAERAH28 September 2021 14:42
Ayo Ikutan! 28 Oktober Digelar Vaksinas Gabungan Ojek Online di Gowa
GOWA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kabupaten Gowa akan menyiapkan 1.000 dosis vaksin sebagai bentuk mendukung pelaksanaan Vaksinasi Gabungan Ojek On...