Ingatkan Masyarakat Tidak Mudik, Danny: Manfaatkan Teknologi untuk Silaturahmi

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar melarang masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk mudik Lebaran 2021. Larangan itu sesuai anjuran pemerintah pusat mulai 6-17 Mei 2021.

Walikota Makassar Danny Pomanto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudik Lebaran tahun ini. Hal ini guna mencegah terjatinya peningkatan penularan Covid-19.

“Aturan yang dikeluarkan itu untuk melindungi kita semua. Demi kebaikan bersama. Bersabarlah, mari manfaatkan saja dulu teknologi untuk bersilaturahmi dengan keluarga,” kata Danny, Senin (3/5/2021).

Ia mengatakan, mudik Lebaran juga baiknya ditunda dulu mengingat kegiatan itu meningkatkan risiko penularan virus corona.

“Kita masih dan terus berjuang. Silaturahmi bukan hanya bertemu langsung. saling memberi kabar maupun memanfaatkan teknologi juga salah satu cara menyambung tali persaudaraan,” jelasnya.

“Saya minta tolong semua warga, sayangi keluarga kita di kampung. Kita tidak pernah tahu siapa yang menjadi carrier (pembawa virus). Bersabarlah hingga kondisi kondusif,” ujarnya.

Danny juga menceritakan pengalamannya berjuang menghadapi Covid-19 yang dideritanya.

“Saya salah seorang yang pernah merasakan ganasnya itu virus. Alhamdulillah saya bisa bertahan,” tutur Danny.

Menurutnya, penting menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, Danny juga mengingatkan masyarakat dan para pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan.

Dikatakannya, satuan tugas (satgas) pengurai keramaian (Raika) akan bertindak jika menemukan pelanggaran.

“Satgas Raika yang akan ingatkan warga atau siapa saja yang terlihat berada dalam sebuah kerumunan,” tambahnya.

Terkait keramaian, Danny sempat melakukan sidak ke Mall Panakkukang, saat dipenuhi oleh pengunjung, Minggu (2/5/2021) malam.

Danny sempat marah melihat pengunjung yang begitu ramai. Dia pun meminta pengelola dan pengunjung menerapkan protokol kesehatan.

Pengelola diminta mengatur dan membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas mall.

Bahkan, Danny mengancam menutup mall jika tidak menerapkan prokes.

Berita Terkait
Baca Juga