Logo Datakita.co

Hidayat Sebut Pendidikan Bentuk Karakter Generasi Bangsa

Aditya
Aditya

Senin, 25 Oktober 2021 21:54

Anggota DPRD Makassar, Al Hidayat Samsu sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel Aston, Senin (25/10/2021).
Anggota DPRD Makassar, Al Hidayat Samsu sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel Aston, Senin (25/10/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Hidayat Al Syamsu menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pendidikan di Hotel Aston, Senin (25/10/2021).

Dia menjelaskan, kewenangan Kota Makassar ada di tingkat TK hingga SMP. Sehingga, memang pembentukan karakter bisa dibangun dari dasar pendidikan. Baik, formal, informal dan non-formal.

“Pendidikan ini penting. Karena tanggungjawab kita mulai dari TK sampai SMP maka pembentukan karakter yang menjadi utama,” kata Hidayat.

Dia mencontohkan dengan konsep belajar Bording School atau sekolah asrama. Di mana, guru dan orang tua melihat dan memahami karakter peserta didik.

“Saya kagum dengan bording school. Kita ingin, siswa mendapat pendidikan baik, mulai lingkungan sekolah sampai dirumah mereka,” tukasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar ini menambahkan, tujuan pendidikan yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban dan mencerdaskan bangsa. Itu, sesuai Undang-Undang (UU) nomor 20.

“Jadi, sangat jelas dalam UU nomor 20 tentang pendidikan nasional. Di Singapura, semua potensi anak dikembangkan sejak dini dan itu perlu dilaksanakan juga di Indonesia,” ucapnya.

Misalnya saja, kata Hidayat, anak yang sejak kecil mendapat pendidikan tentang tahfidz Quran. Harapannya, potensi ini bisa dilanjutkan hingga pendidikan tinggi melanjutkan di timur tengah.

“Semua potensi bisa diarahkan hingga bangku kuliah. Lulusan Singapura begitu, semua pendidikannya linear,” paparnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Al Amin Syamsu Niang menyampaikan, pendidikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meski begitu, setiap orang dituntut memiliki skill atau kemampuan dalam menghadapi era 4.0.

“Kita ini mendapat keuntungan dengan potensi SDM. Namun, pemerintah harus hadir dalam peningkatan SDM itu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, Perda ini juga menjadi motivasi sekaligus dorongan untuk semua stakeholder dan elemen masyarakat guna memastikan bahwa tidak ada lagi anak putus sekolah dan tak mengeyam pendidikan hingga menengah atas.

Kemudian, bagaimana menunjukkan sikap demokratis, peserta didik dalam kemajemukan agama, budaya, dan bangsa. Meningkatkan kompetensi dengan belajar secara mandiri dan berkesinambungan.

“Perda ini menekankan pendidikan karakter. Tidak hanya sebatas kewajiban pemerintah daerah dan orang tua menyekolahkan anak tetapi membangun karakter peserta didik, jadi perlu juga pendidikan mandiri dalam keluarga,” ungkapnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR29 November 2021 18:18
Direvitalisasi Tahun Depan, Begini Wajah Karebosi Nantinya
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Lapangan Karebosi bakal mengalami revitalisasi. Pemerintah Kota Makassar menyiapkan anggaran sekira Rp18 miliar. Anggaran re...
MAKASSAR29 November 2021 15:59
Polda Sulsel Gelar Operasi Lilin Jelang Nataru, Turunkan 4.550 Personel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Polda Sulsel akan menggelar Operasi Lilin mulai tanggal 22 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Operasi ini dilaksanakan unt...
BERITA29 November 2021 15:01
Bahas Pelayanan Kesehatan, Apiaty: Masyarakat Wajib Mendapatkan Layanan Yang Baik
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Apiaty K Amin Syam menggelar Sosialisasi Peraturan (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tentang Pelaya...
BERITA29 November 2021 14:31
Mantan Sekdis PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun dan Denda Rp200 Juta
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) PUTR Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta...