Logo Datakita.co

Harga Bahan Pokok Ini Berpotensi Naik Jelang Nataru, Apa Saja?

Fadli
Fadli

Sabtu, 28 November 2020 12:09

ilustrasi pedagang di salah satu pasar tradisional. (int)
ilustrasi pedagang di salah satu pasar tradisional. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Kenaikan permintaan bahan pokok berpotensi kembali terjadi pada akhir tahun seiring dengan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Meski harga di petani cenderung turun akibat pandemi, tetapi hal ini diperkirakan bakal mengurangi pasokan dan memicu kenaikan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan harga pangan yang cenderung turun saat pandemi dapat menyebabkan penurunan pasokan karena insentif untuk berproduksi berkurang. Selain itu, kondisi musim hujan pada akhir tahun juga bisa mengganggu kelancaran distribusi dan pasokan.

Adapun komoditas yang perlu menjadi perhatian dan berpotensi naik, menurut Agus, di antaranya adalah beras. Meski harga selama pandemi relatif stabil karena pasokan yang cukup dan didukung program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) beras medium oleh Perum Bulog, tetapi risiko kenaikan tetap perlu diwaspadai.

“Stok beras [cadangan beras pemerintah] Perum Bulog saat ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kebutuhan penyaluran bantuan sosial masih tinggi,” kata Mendag dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (28/11/2020), dikutip dari Bisnis.

Selain beras, komoditas cabai merah dan bawang merah cenderung naik karena tren rendahnya pasokan pada akhir tahun dan mulai masuknya musim penghujan.

Harga minyak goreng pun cenderung naik akibat naiknya harga minyak sawit mentah (CPO). Meski demikian, dia memperkirakan harga minyak akan kembali pulih dalam beberapa waktu ke depan.

“Sementara itu, harga gula pasir dan daging sapi relatif stabil,” lanjut Agus.

Agus mengemukakan potensi kenaikan permintaan diharapkan dapat membantu memulihkan perekonomian masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang merasakan dampak negatif atas perlambatan ekonomi nasional selama pandemi.

Adapun untuk tetap menjaga pasokan barang dan stabilitas harga, dia meminta kepala daerah untuk terus memantau pergerakan harga dan pasokan bahan pokok secara intensif, memetakan jalur atau rantai distribusi bapok, mengidentifikasi masalah jika terjadi gejolak harga, dan mengidentifikasi keberadaan pelaku usaha distribusi bapok di wilayahnya masing-masing.

Koordinasi dengan Satgas Pangan pun dia instruksikan untuk dijalin demi mencegah aksi spekulasi, mengidentifikasi jumlah stok bapok dan ketahanan pangan, dan mengawal kelancaran distribusi beras medium Perum Bulog dalam program KPSH di pasar rakyat. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR13 Mei 2026 16:25
Wamenhan Apresiasi Langkah Gubernur Sulsel Jadi Pelopor Komcad ASN
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selat...
MAKASSAR13 Mei 2026 15:24
Appi: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa optimisme terhadap kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang digagas K...
BERITA13 Mei 2026 13:25
Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Kunjungi Kendari dan Salurkan Bantuan
KENDARI, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalu...
MAKASSAR12 Mei 2026 23:40
Gandeng Sekolah, Melinda Aksa Dorong Siswa Jadi Agen Edukasi Lingkungan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja III terus memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui ...