Logo Datakita.co

Hadiri Pernikahan Anak, Warga Asal Tator Tertahan 9 Bulan di Malaysia karena Covid-19

Fadli
Fadli

Sabtu, 21 November 2020 23:59

Puluhan PMI/WNI dari Sabah, Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Sabtu (21/11) sekira pukul 15.12 Wita (ANTARA)
Puluhan PMI/WNI dari Sabah, Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Sabtu (21/11) sekira pukul 15.12 Wita (ANTARA)

NUNUKAN, DATAKITA.CO – Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Adolfina Toding Rante (60) asal Tator, Sulawesi Selatan, sempat tertahan selama sembilan bulan di Sabah, Malaysia akibat pandemi COVID-19.

Perempuan ini mengaku, berangkat ke Sabah untuk menghadiri pernikahan anak kandungnya pada Februari 2020, tiba-tiba saat hendak pulang ke Indonesia ada pelarangan oleh Pemerintah Malaysia.

Ia menambahkan pada pemulangan sebelumnya terhadap WNI yang “stranded” atau tertahan karena COVID-19 di Sabah tidak sempat mendaftarkan diri di Konsulat RI Tawau. Oleh karena itu, baru kali pemulangan WNI tahap ke-5 baru sempat pulang.

Adolfina mengaku sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Kabupaten Tator, Sulsel terlebih dahulu menginap di rumah keluarganya di Kabupaten Nunukan. Demikian dikutip dari Antara.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan WNI BP2MI Nunukan, Arbain di Nunukan, Sabtu menjelaskan informasi awal yang diterima dari Konsulat RI di Tawau jumlah PMI/WNI yang akan pulang ke Nunukan sebanyak 331 orang. Terdiri dari 183 PMI yang habis masa kontrak kerjanya, 87 WNI starnded dan 61 pelajar.

Hanya saja jumlah PMI/WNI yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka pada Sabtu (21/11) sebanyak 74 orang terdiri dari 55 PMI dan 19 WNI yang tertahan di Sabah karena pandemi COVID-19.

Mengenai 55 PMI tersebut selanjutnya akan ditampung sementara di rusunawa sambil menunggu jadwal kapal yang akan berangkat ke Sulawesi Selatan.

“Jadi sebelum dipulangkan kami akan karantina dulu di rusunawa sambil menunggu jadwal kapal yang berangkat ke Sulawesi (Selatan),” ujar Arbain.

Sedangkan 19 WNI yang tertahan pandemi COVID-19 akan diserahkan kepada keluarganya. Sebab, WNI “stranded” ini tidak menjadi jaminan BP2MI untuk memulangkan ke kampung halamannya.

Kedatangan 74 PMI/WNI di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menggunaklan kapal feri Purnama Ekspres yang tiba sekira pukul 15.12 Wita. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR13 Mei 2026 16:25
Wamenhan Apresiasi Langkah Gubernur Sulsel Jadi Pelopor Komcad ASN
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selat...
MAKASSAR13 Mei 2026 15:24
Appi: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa optimisme terhadap kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang digagas K...
BERITA13 Mei 2026 13:25
Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Kunjungi Kendari dan Salurkan Bantuan
KENDARI, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalu...
MAKASSAR12 Mei 2026 23:40
Gandeng Sekolah, Melinda Aksa Dorong Siswa Jadi Agen Edukasi Lingkungan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja III terus memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui ...