Logo Datakita.co

Gunakan Bom Ikan, 8 Nelayan Diamankan Polisi

Fadli
Fadli

Rabu, 23 Juni 2021 17:07

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku ilegal fishing di Mako Ditpolairud, Rabu (23/6/2021).
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku ilegal fishing di Mako Ditpolairud, Rabu (23/6/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Selama bulan Maret hingga Juni, Polair Polda Sulsel berhasil mengungkap sejumlah kasus ilegal fishing yang menggunakan bahan peledak (bom ikan).

Selain menyita sejumlah barang bukti, polisi juga telah memengamankan delapan orang.

Mereka diamankan dari sejumlah tepat berbeda, di antaranya di wilayah Pulau Kodingareng Makassar, perairan Teluk Bone, hingga pesisir Pulau Lembego Selayar.

Selanjutnya penangkapan juga dilakukan di wilayah perairan Pulau Kalu-Kalukuang, Selat Makassar, wilayah pesisir pantai Kelurahan Pancaitana, Bone, serta di Pulau Butung-Butungan Pangkep.

“Ini hasil pengungkapan dari bulan Maret hingga Juni di berbagai lokasi perairan di wilayah hukum Polda Sulsel,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat menggelar press release di Mako Dit Pol Air Polda Sulsel Jalan Ujungpandang, Makassar, Rabu (23/6/2021).

Kapolda yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan dan Dir Polair Polda Sulsel dan Kalabfor ini juga menyebutkan, terdapat delapan lokasi di Sulsel dan waktu penangkapan yang berbeda.

Hasil penangkapan itu, sambung Merdisyam, Ditpolairud menetapkan delapan tersangka dalam kasus ilegal fishing dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) ini. Mereka masing-masing HL (44) AG (50) SR (30) HR (39) MH (44) AR (42) MR (42) RS (33).

“Kedelapan terangka tersebut kini dilakukan pemeriksaan dan ditahan di Mako Dit Polair Polda Sulsel. Mereka merupakan nelayan yang mencari ikan di perairan lokasi penangkapan,” jelas Kapolda.

Menurut Kapolda, empat orang diamankan di wilayah pesisir dan empat lainnya di wilayah perairan Provinsi Sulsel.

Terkait asal usul bahan peledak yang disita itu, menurut Merdisyam, di antaranya pupuk amonium nitrate sebagian besar berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut ke Kalimantan masuk sampai Sulawesi Selatan. Selanjutnya, diedarkan di sejumlah pulau.

Sementara, detonator sebagai pemicu ledakan berasal dari luar negeri yang diselundupkan masuk ke Indonesia melalui jalur laut ke perairan Sulawesi Selatan.

Sedangkan sumbu api sebagai pengantar panas merupakan hasil pabrikan maupun rakitan yang biasanya dibuat di Indonesia.

Barang bukti yang berhasil disita polisi, di antaranya 6 perahu, 3 unit kompressor, 7 roll selang, sepatu bebek 10 buah, regulator 10 unit, kacamata selam 11 buah , GPS 3 unit, 101 buah bom ikan yang sudah terangka, dan detonator 100 batang.

Sementara terkait nilai kerugian akibat kerusakan ekosistem laut, Merdisyam mengatakan pihaknya belum dapat menghitung detail kerugian.

“Kalau terkait dengan kerugian, ini kerugian yang sangat besar. Kita belum mendata berapa banyak kerugian,” jelasnya.

“Tapi yang paling pokok di sini adalah, selain kerugian materiil, kerugian ekosistem yang ada. Ini tentunya tidak bisa dinilai dengan angka rupiah karena kerugian ekosistem ini bisa berdampak pada kerugian yang sangat besar. Kelangsungan hidup ekosistem ini kan nilainya luar biasa,” tambah Kapolda.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR26 Juni 2026 22:48
Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berkomitmen untuk terus meningkatkan ...
DAERAH26 Juni 2026 14:56
Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata
PANGKEP, DATAKITA.CO – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengunjungi Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbi...
MAKASSAR26 Juni 2026 08:39
Anak Panti Asuhan di Makassar Akan Miliki Wali Sah Secara Hukum, Sidang Terpadu Digelar Agustus
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar bersama Pengadilan Agama Kelas IA Makassar akan melaksanakan program penetapan perwalian bagi a...
MAKASSAR25 Juni 2026 08:32
Fatmawati Rusdi Buka Business Forum IGS 2026, Tawarkan Potensi Investasi Sulsel kepada Delegasi 28 Negara
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Delegasi dari 28 negara menjajaki peluang investasi dan perdagangan di Sulawesi Selatan dalam Business Forum Indonesia G...