MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menggelar pasar lelang komoditi unggulan sebagai upaya mempertemukan langsung produsen dengan pembeli (buyer) dari berbagai daerah dan negara.

Kepala Disperindag Sulsel, Ahmadi Akil, menjelaskan bahwa pasar lelang ini tidak hanya menjadi ajang transaksi langsung antara produsen dan pembeli, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Menurutnya, pasar lelang nanti itu filosofinya sebenarnya ada pendapatan buat daerah.
Baca Juga :
“Jadi, mempertemukan buyer dengan produsen untuk melakukan transaksi langsung,” kata Ahmadi Akil.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan 20 komoditi unggulan Sulawesi Selatan yang siap dipasarkan dalam ajang tersebut. Jumlahnya mencapai ratusan ton dan siap menarik minat pembeli dari berbagai wilayah.
“Makanya sudah 20 komoditi unggulan kita siapkan, hampir ratusan ton semua. Jadi siapa buyer nanti yang berminat terhadap komoditi unggulan Sulawesi Selatan, di situ akan ada transaksi langsung. Dan ada PAD-nya nanti yang akan masuk ke kas daerah,” lanjutnya.
Ahmadi menegaskan, pasar lelang ini terbuka untuk berbagai kalangan pembeli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Menurutnya, potensi pasar untuk komoditi Sulawesi Selatan sangat luas, tidak hanya di level ekspor, tetapi juga antarwilayah di Indonesia.
“Buyernya ya tergantung. Jadi kita sasarannya bukan hanya buyer luar negeri, tapi juga dari regional dan dalam daerah. Target komoditi kita bukan hanya ekspor. Komoditi kita sebenarnya peluangnya secara regional juga sangat besar,” jelasnya.
Karena itu, Disperindag menghadirkan sejumlah kepala daerah dari wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan dalam kegiatan tersebut. Diharapkan, kolaborasi antardaerah dapat memperkuat serapan produk unggulan Sulsel.
“Kita tidak menutup kemungkinan bahwa transaksi nanti melibatkan buyer-buyer dari luar. Makanya kita hadirkan beberapa gubernur dan bupati se-Indonesia Timur dan Kalimantan, karena harapan kita serapan produk unggulan Sulsel akan terpenuhi bagi provinsi-provinsi yang membutuhkan. Setiap bupati dan gubernur akan membawa buyer sesuai kebutuhannya,” terangnya.
Lebih lanjut, Ahmadi menyebutkan bahwa beberapa negara juga telah menunjukkan minat terhadap komoditi unggulan Sulsel, salah satunya Pakistan.
“Pakistan itu lebih ke rempah-rempah, seperti komoditi bumbu,” ujarnya.
Adapun komoditi yang paling diminati di antaranya adalah merica, pala, kopi, dan kakao, yang selama ini menjadi produk unggulan Sulawesi Selatan di pasar ekspor.
“Komoditi rempah-rempah seperti merica, pala, kopi, kakao,” pungkasnya.








Komentar