Logo Datakita.co

Dukung Surat Edaran Walikota Makassar, Anir: PPKM Langkah Tepat

Fadli
Fadli

Rabu, 07 Juli 2021 15:58

Wakil Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Nirawati (Anir).
Wakil Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Nirawati (Anir).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Ketua Partai Gerindra Sulsel, Andi Nirawati (Anir) mendukung wacana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Makassar.

Dukungan ini merespon pernyataan Walikota Makassar M Ramdhan Pomanto dalam mewaspadai lonjakan drastis kasus Covid-19.

Anir mengatakan, langkah antisipatif Danny Pomanto dengan usulan PPKM Darurat merupakan langkah tepat. Sebab, angka positif COVID-19 di Makassar cukup tinggi karena banyaknya pasien COVID-19 dari daerah lain di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dirujuk ke Makassar.

“Apalagi Tim Detektor Covid-19 juga menemukan satu keluarga terpapar Covid 19 di RT1/RW 1, Kelurahan Baru dan pria yang ditemukan terbaring di sekitar Dermaga Kayu Bangkoa Makassar,” ucap Anir.

Mantan legislator DPRD Sulsel ini menegaskan, aspek keselamatan jiwa warga dan aspek perekonomian menjadi tantangan pemerintah dalam menghadapi Covid-19.

“Untuk itu, pastikan ketersediaan obat anti virus AVIGAN, Vitamin C dosis 1.000mg serta oksigen,” papar Anir.

Selain itu, lanjut mantan calon bupati Pangkep ini, perlu merekrut relawan tenaga kesehatan (nakes) sebagai komponen cadangan jika tenda-tenda darurat harus dibangun.

“TNI dan Polri serta Satpol PP sebagai tiga pilar pengamanan harus didukung. 24 kabupaten dan kota se-Sulsel mesti memiliki skenario terburuk,” pungkas Anir, Founder Ontime UMKM.

Diberitakan, Walikota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan bahwa angka positif COVID-19 di Makassar cukup tinggi karena banyaknya pasien COVID-19 dari daerah lain di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dirujuk ke Makassar.

“Kalau ditumpukan di satu tempat (di Makassar semua), takutnya nanti membuat Makassar jadi status merah kemudian PPKM darurat turun, ekonomi mati. Padahal ini akibat daripada bukan internal Makassar, itu persoalannya,” ujar Danny di Balai Kota Makassar, Senin (5/7/2021).

Danny mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel untuk membagi wilayah rujukan COVID-19 ke rumah sakit di daerah lain, tidak ke Makassar semua.

“Kami mengusulkan kepada Provinsi, misal, kenapa tidak kita bagi rayon. Misal di utara (Sulsel) itu di Kota Parepare, cukup bagus rumah sakit umumnya. Rayon timur (Sulsel) itu di Kabupaten Bone, dan rayon selatan (Sulsel) itu di Bantaeng misalnya. Nah, nanti pun kalau ada yang perlu dirujuk ke Makassar, Makassar siap,” jelas Danny.

Danny mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel terkait hal ini, dan diminta untuk berkomunikasi langsung ke Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

 Komentar

 Terbaru

BERITA13 Mei 2026 13:25
Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Kunjungi Kendari dan Salurkan Bantuan
KENDARI, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalu...
MAKASSAR12 Mei 2026 23:40
Gandeng Sekolah, Melinda Aksa Dorong Siswa Jadi Agen Edukasi Lingkungan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja III terus memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui ...
MAKASSAR12 Mei 2026 23:09
Makassar Menuju Kota Inklusif, Appi Siapkan Perwali Aksesibilitas untuk Semua
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar, untuk terus membangun kota yang ink...
MAKASSAR12 Mei 2026 22:23
Gubernur Sulsel Update Perkembangan MYP Infrastruktur Jalan, Ada Sudah Capai 78,94 Persen
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan perkembangan terbaru progres pembangunan infrastruktur jal...