MAKASSAR, DATAKITA.CO – DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus membangun sinergitas dalam rangka memulihkan perekonomian meski ditengah pandemi covid-19. Ada bagi tugas antar legislatif dan eksekutif untuk mewujudkan hal tersebut.

Hal itu disampaikan, Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo saat mengikuti kegiatan refleksi akhir tahun DPRD Kota Makassar di Hotel Claro, Kamis (10/12/2020). Agenda ini bertajuk Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi.
Kata Rudi—sapaan akrabnya, pandemi covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhir. Sehingga, perlu sinergitas bersama DPRD dan Pemkot Makassar serta seluruh elemen masyarakat agar dampak covid bisa diatasi.
Baca Juga :
“Tidak hanya dari sisi kesehatan tapi juga dampak ekonomi. Saya jujur saja, sepanjang covid banyak sekali masyarakat minta kerja dengan kondisi saat ini,” ungkap Rudi.
Sambung Rudi, pihaknya akan terus mendukung kebijakan pemerintah Makassar dalam hal meningkatkan ekonomi di tengah pandemi. Salah satunya, dorongan anggaran APBD 2021 berbasis pemulihan ekonomi.
“Wali kota sebagai anggota gugus tugas tentu kita support dan dukung karena saya percaya apa yang dilakukan untuk menyelesaikan Covid adalah yang terbaik. Karena tujuannya untuk menyelesaikan Covid,” ujarnya.
Sementara, Direktur STIE AMKOP Bahtiar Maddatuang, di masa pandemi ini, keselamatan adalah hal yang utama sementara ekonomi adalah urusan selanjutnya. Namun, ia mengapresiasi cara pemerintah kota Makassar dalam meningkatkan ekonomi di tengah pandemi.
“Pemerintah kota mengeluarkan Perwali Makassar tidak ada istilah PSBB tapi ekonomi dibuka karena aksesnya dibuka. Tapi pemerintah tetap mengedepankan protokol kesehatan, jadi akselerasi ekonomi berjalan dan ini yang sangat penting,” tandasnya.
Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan, ekonomi Makassar hanya bisa kembali ditingkatkan di tengah pandemi jika masyarakat ikut terlibat. Misalnya, dengan penuh kesadaran tinggi menerapkan protokol kesehatan.
“Karena bagaimana pun kesehatan nomor satu sehingga pemulihan ekonomi bisa dilakukan. Kalau penyebaran dapat dikendalikan maka ekonomi bisa kembali ditingkatkan dengan pelaksanaan protokol kesehatan,” ujar Prof Rudy.
Prof Rudy menilai, jika wabah Covid-19 sudah menurun akan berefek ke sendi-sendi ekonomi sehingga bisa dibuka kembali. Data terbaru, ekonomi ditriwulan tiga terkontraksi sebesar 1,5 persen. Itu, dianggap berhasil dalam sisi pemulihan ekonomi.
“Ini keberhasilan tapi jangan eforia keberhasilan kita harus patuh protokol kesehatan. Kalau semakin dijaga maka masa depan ekonomi masyarakat bisa baik. Karena sudah punya potensi dasar untuk mendorong ekonomi, tinggal buka kerangnya dan itu kuncinya melaksanakan protokol,” pungkasnya. (*)








Komentar