MAKASSAR, DATAKITA.CO – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat sekolah menengah pertama (SMP) memasuki pekan kelima. Sejauh ini, pelaksanaan PTM berlangsung lancar dan tak ditemui tanda-tanda adanya klaster Covid-19.

Waktu belajar berkisar 2,5 hingga 3 jam. Ada pihak sekolah menginginkan penambahan jam belajar, karena terlalu pendek sehingga dinilai kurang efektif.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pelonggaran bagi sekolah, termasuk penambahan jam belajar.
Baca Juga :
“Ini masih simulasi. Kami masih melihat perkembangannya. Ritmenya masih kita pelajari,” kata Amalia.
Menurutnya, kemungkinan penambahan jam belajar baru akan dilakukan pada tahun ajaran baru, mengingat kebijakan soal PTM baru akan dievaluasi secara menyeluruh pada akhir tahun ini.
“Sepertinya semester genap baru bisa kita evaluasi. Mau itu ditambah jam atau harinya nanti kita lihat,” tutupnya.
Selain itu, Amalia juga mengatakan pihaknya membuka lagi 49 sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sebanyak 49 SMP sekolah yang dibuka semuanya merupakan sekolah swasta.
“Ada total 225 SMP di Kota Makassar. SMP Negeri berjumlah 56 dan swasta berjumlah 169,” ujar Amalia.
Saat ini, sudah ada 40 SMP Negeri dan 44 SMP Swasta yang menjalani simulasi PTM. Sehingga tersisa 16 SMP Negeri dan 125 SMP Swasta yang akan menyusul.
Dia mengakui, sejauh ini pelaksanaan protokol kedehatan ketat masih diterapkan dengan baik oleh pihak sekolah yang melakukan simulasi PTM.
“Pelaksanaannya berjalan baik jadi kita lanjutkan lagi untuk tambah sekolah yang dibuka,” tambahnya.








Komentar