MAKASSAR, DATAKITA.CO – Program Makassar Recover merupakan salah konsep untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di Makassar. Ini menjadi program andalan Walikota Makassar Muh. Ramdhan “Danny” Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi.

Program ini diluncurkan secara live di televisi nasional maupun secara virtual, yang dipusatkan di kediaman pribadi Danny Pomanto, Jalan Amirullah No 18, pada Jumat (5/3/2021).
Pada tahap awal hingga 3 Mei 2021, program Makassar Recover telah menyerap anggaran kurang lebih Rp50 miliar.
Baca Juga :
“Program ini berjalan sejak 17 Maret hingga 3 Mei 2021. Anggaran yang digunakan pada tahap awal sudah kurang lebih Rp50 miliar yang tersalurkan untuk semua aspek berhubungan dengan program Makassar Recover,” jelas Jubir Makassar Recover, Indira Mulyasari, di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (7/5/2021).
Menurut Indira, jumlah yang tersalurkan itu meliputi supporting penganggaran untuk oprasional tenaga kesehatan, termasuk sekarang ada Satgas Raika.
Anggaran yang dibelanjakan ini juga untuk kebutuhan keperluan awal, mulai vaksinasi, perekrutan detektor, fasilitas alat kedokteran, peralatan komputer, termasuk pengadaan kontainer labolatorium yang dipasang pada tiap kelurahan.
Sebelumnya, Pemkot membentuk Satgas Pengurai Kerumunan (Raika), yang terdiri dari 1.000 personel yang diserbar di 15 kecamatan.
Satgas ini juga sudah mulai melaksanakan tugasnya dengan melakukan sidak tiap malam untuk mengurai kerumunan guna mencegah penyebaran COVID-19.
“Satgas Raika ini terdiri dari petugas Satpol PP, Binmas, dan TNI-Polri. Dan semua saling men-support dalam mencegah penularan COVID-19,” katanya.
Indira menjelaskan, program multiinonasi ini punya tiga sub bagian, yakni imunitas kesehatan, adaptasi sosial, hingga pemulihan ekonomi.
Hasil dari program Makassar Recover ini, hingga saat ini Makassar sudah mengalami penurunan angka kasus COVID-19.
“Sekarang kasus COVID-19 di Makassar sudah menurun. Hal ini berkat kekompakan dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam program Makassar Recover. Mereka betul-betul fokus dalam menjalankan program ini,” tambahnya.
Untuk menyukseskan program Makassar Recover, Pemkot Makassar menyiapkan anggaran kurang lebih Rp380 miliar dari Biaya Tidak Terduga (BTT).
Selain anggaran dari BTT, ada juga bantuan yang telah diterima dari perusahaan swasta, NGO, dan komunitas.
Seperti dari Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar yang membantu obat tradisional 4.000 pak beserta masker medis, disusul 11.200 perlengkapan APD dari Gojek, dan 1.000 lembar masker dari Pertamina.








Komentar