Demokrat: Pemecatan Marzuki Alie Bentuk Ketegasan Partai

JAKARTA, DATAKITA.CO – DPP Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono menanggapi pernyataan Marzuki Alie yang mengaku telah menjadi korban fitnah.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan, ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi dari pernyataan terbaru Marzuki.

Pertama, menurutnya, fakta Marzuki Alie bagian dari pendukung KLB ilegal, diperkuat dengan kehadiran pada saat KLB di Deli Serdang dan keterpilihan dirinya sebagai Dewan Pembina di KLB.

“Padahal, selaku mantan Ketua DPR RI, posisi yang sangat terhormat, harusnya Marzuki Alie tahu aturan, tahu diri, dan memberikan contoh yang baik. Ini malah menjadi salah satu pelaku gerakan ilegal yang melanggar kepantasan dan etika serta aturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Kedua, ujar Herzaky, pemecatan Marzuki Alie merupakan bentuk ketegasan Partai Demokrat atas perbuatannya dan sudah melalui tahapan-tahapan yang sesuai dengan mekanisme aturan internal PD.

“Pemecatan ini juga merupakan aspirasi dari bawah, khususnya DPC dan DPD. Kalaupun Marzukie Alie mau mempersoalkan pemecatan silakan sampaikan keberatan melalui forum yang sudah dijamin oleh UU Parpol,” tegasnya.

Ketiga, ujarnya, Partai Demokrat selalu mengedepankan itikad baik terhadap para kader yang melakukan kesalahan.

“Namun PD tidak bisa memaafkan begitu saja para mantan kader yang telah mencoba merusak kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat. Silakan Marzukie Alie Cs mengikuti proses hukum yang ada, biar nanti hakim yang menentukan,” jelasnya.

Terakhir, Herzaky mengaku tidak ada dinasti politik di tubuh Partai Demokrat, karena pemilihan ketua umum dilakukan secara demokratis sesuai aturan partai. Kemudian diperkuat dengan suara DPD dan DPC yang bulat dalam kongres.

“Jangan mengada-ada. Sebagai senior di politik, seharusnya memberikan contoh, dengan melakukan politik berintegritas,” tuturnya.

“Marzuki Alie tentu harus sadar bahwa jabatan sekjen partai dan ketua DPR RI yang didapatnya ketika itu, tentunya ada peran besar seorang SBY, orang yang sekarang ia fitnah dan hina dengan keji,” tambahnya.

Berita Terkait
Baca Juga