Logo Datakita.co

Cicu Dengar Curhat Warga Mariso Soal Galian IPAL dan Buruknya Sistem Pendidikan Zonasi

Aditya
Aditya

Selasa, 06 Juni 2023 19:12

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi serap Aspirasi Warga Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Selasa (6/6/2023).
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi serap Aspirasi Warga Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Selasa (6/6/2023).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Minimnya sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kota Makassar, lagi-lagi menjadi keluhan masyarakat karena sistem pendidikan jalur domisili menjadi salah satu faktor banyak anak putus sekolah.

Sebab, kebijakan pendidikan yang diatur oleh pemerintah pusat saat ini harus mengikuti sistem zonasi atau sekolah dengan wilayah terdekat.

Di Kecamatan Mariso sendiri, banyak orang tua mengeluh karena anaknya tidak masuk sekolah negeri. Sehingga mengakibatkan putus sekolah selama bertahun-tahun.

Aspirasi tersebut mereka sampaikan saat Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi menggelar Reses kedua tahun 2023 di Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Selasa (6/6/2023).

Legislator Nasdem Sulsel yang akrab disapa Cicu ini mengatakan fenomena tersebut terjadi akibat minimnya jumlah sekolah negeri sehingga tidak bisa menampung semua calon peserta didik baru.

“Sistem pendidikan yang saat ini diatur oleh pemerintah pusat memang sangat sulit, makanya kami di provinsi dan daerah mau sekali kalau bisa membangun sekolah di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Padahal, kata Cicu, di Indonesia tidak semua Kecamatan punya sekolah. Jika sistemnya dipakai menggunakan jalur domisili dan jarak maka akan dibebankan kembali kepada masyarakat.

“Makanya kami cuma bisa meminta pengadaan RKB atau Ruang Kelas Baru, agar bisa menampung anak-anak kita. Karena cuma itu solusi agar bisa menampung siswa baru yang diluar jalur zonasi,” bebernya.

Meski demikian, dirinya berharap masyarakat khususnya para orang tua harus memanfaatkan kesempatan agar bisa menyekolahkan anaknya lewat jalur yang telah ditetapkan.

“Warga perlu memanfaatkan jalur lain yang bisa menjadi dasar bagi anak kita masuk di SMA, sekarang kan banyak jalur misalnya jalur prestasi, jalur afirmasi dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, masalah terkait proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di beberapa titik di Kecamatan Mariso, saat ini masih sementara dalam proses pengerjaan.

Proyek pemerintah pusat tersebut, masih saja dikeluhkan dan diresahkan oleh masyarakat Mariso, karena mengganggu aktivitas warga dan pengendara lalu lintas.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Sulsel tersebut, proyek galian IPAL yang cukup banyak dikerjakan di Kota Makassar memang merupakan wewenang dari pemerintah pusat.

Apalagi, proyek tersebut sudah banyak memakan korban, baik pengendara maupun tembok pembatas rumah warga harus dibongkar akibat pengerjaan IPAL.

“Ini memang selalu menjadi keluhan masyarakat karena yang kerja IPAL di wilayah kota Makassar saat ini, kadang tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah kalau ada proyek nasional seperti ini,” tukasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR18 April 2026 10:33
Pengaspalan Jalan Dikebut Malam Hari, Pemprov Sulsel Targetkan Keluhan Debu Warga Teratasi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi terus mempercepat penanganan jalan den...
MAKASSAR18 April 2026 08:47
FGD DLH Makassar, Melinda Aksa Tekankan Solusi Konkret Atasi Krisis Sampah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya perumusan strategi pengelolaan sampah yang b...
PENDIDIKAN17 April 2026 23:41
Kembangkan Riset Rumput Laut, Unhas Gandeng Solforto Korea Selatan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Solforto Co., Lt...
MAKASSAR17 April 2026 22:17
Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiapsiagaan men...