Logo Datakita.co

Cegah Covid-19, Pengumpulan Massa saat Kampanye Diusulkan Diganti Digital

Fadli
Fadli

Kamis, 17 September 2020 20:45

ilustrasi kampanye (int)
ilustrasi kampanye (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta agar kegiatan pengumpulan massa saat kampanye diganti ke bentuk digital untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2.

“Supaya kegiatan-kegiatan (kampanye) tersebut tidak menimbulkan kerumunan dan penularan bisa dilakukan dengan digital tanpa mengumpulkan massa secara fisik sehingga menimbulkan kerumunan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Satgas sebelumnya menyatakan ada 45 kabupaten dan kota atau 14,56 persen daerah dengan risiko tinggi (zona merah) COVID-19.

“Mengantisipasi kemungkinan adanya konser atau acara yang digelar, yang berpotensi munculkan kerumunan dan penularan mohon agar peserta pilkada menyesuaikan,” ucap Wiku, dilansir dari Antara.

Menurut Wiku, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di daerah peserta pilkada yang masuk dalam zonasi berisiko tinggi.

“Jawa Timur tingkat kerawanannya 7,25 persen dan Jawa Tengah 6,45 persen menjadi wilayah berisiko tinggi untuk peserta pilkada karena memiliki jumlah persentase kematian terbanyak,” ungkap Wiku.

Artinya pengetatan protokol kesehatan wajib dilakukan di semua rangkaian kegiatan pilkada.

“Terdapat 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon maupun parpol. Beberapa pelanggaran tersebut di antaranya, adalah ada yang positif COVID-19 saat mendaftar, terjadinya kerumunan seperti arak-arakan pendukung dan tidak menjaga jarak, dan tidak melampirkan hasil ‘swab’-nya saat mendaftar,” tutur Wiku.

Hingga 14 September 2020 menurut KPU, ada 60 bakal calon yang dinyatakan positif COVID-19.

“Calon kepala daerah harus dapat memberi contoh disiplin yang baik kepada masyarakat dan sedang diuji kepemimpinannya kepada seluruh masyarakat bahwa kita bisa menjaga keselamatan dari rakyat, semoga ke depannya tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam rangkaian pilkada ini,” ungkap Wiku.

Hingga Kamis (17/9) jumlah terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia mencapai 232.628 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 3.635 kasus. Terdapat 166.686 orang dinyatakan sembuh dan 9.222 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien suspek mencapai 103.209 orang.

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta pun sudah mencapai 58.582 kasus dengan penambahan per Kamis (17/9) adalah 1.113 kasus. Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak selanjutnya adalah Jawa Timur dengan 39.508 kasus, Jawa Tengah 18.744 kasus, Jawa Barat dengan 15.584 kasus dan Sulawesi Selatan 13.867 kasus. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR18 Juni 2024 23:39
Hafal 5 Juz Al-Quran, Siswa Bisa Pilih Sekolah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar mempermudah penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024 untuk jenjang SMP di bidang keagamaan. Sa...
MAKASSAR18 Juni 2024 21:52
Optimalkan CCTV di Lorong Wisata, Danny Pomanto Rencana Gunakan Starlink
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, berencana memanfaatkan jaringan satelit Starlink untuk mengoptimalkan sistem CCT...
MAKASSAR18 Juni 2024 15:33
Masih Ada 400 Titik “Blank Spot” Internet, Sulsel Berharap Bantuan Pemerintah Pusat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sulawesi Selatan (Sulsel) masih memiliki lebih dari 400 titik blank spot jaringan internet. Hal ini tentu harus menjadi ...
POLITIK17 Juni 2024 19:24
ASA Rajut Momentum Idul Adha Lewat Open House dan Sapa Warga
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bakal calon Wali Kota Makassar, Andi Seto Asapa memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momen untuk mempererat silaturahmi ...