Logo Datakita.co

Cabai dan Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi di Sulsel

Fadli
Fadli

Rabu, 05 Januari 2022 11:21

Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Sulsel. (int)
Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Sulsel. (int)

MAKASSAR, DATAKITA.CO — Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 0,92 persen pada Desember tahun lalu. Ada kenaikan dibanding bulan November yang mengalami inflasi sebesar 0,37 persen.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Causa Iman Karana bahwa secara keseluruhan, inflasi yang tercatat sepanjang tahun 2021 di Sulsel sebesar 2,40 persen, berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0 persen.

“Inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi; dan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” ungkap Causa.

Kata Causa, kenaikan harga pada kelompok makanan, ninuman, dan tembakau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat seiring perayaan Natal dan momen pergantian tahun.

Komoditas penyumbang inflasi utama diantaranya adalah cabai rawit, minyak goreng, dan cabai merah.

Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021.

Kenaikan harga pada kelompok transportasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket angkutan udara, tarif angkutan antar kota, dan tarif kendaraan roda empat online seiring dengan pelonggaran perjalanan masyarakat, baik lintas maupun dalam wilayah Sulsel.

Adapun kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan kontrak rumah.

Sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya, menjelang Natal dan momen pergantian tahun, potensi tekanan inflasi memang meningkat.

Namun, secara keseluruhan realisasi inflasi Sulsel tetap terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0±1%.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel,” tambah Causa.

Diantaranya melalui implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) antar Kabupaten/Kota se-Sulsel, pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar untuk mendorong keterjangkauan harga, serta pemantauan harga secara berkala.

Untuk menjaga stabilitas harga pada tahun 2022, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus bersinergi dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi yang berfokus pada strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif) di wilayah Sulsel, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR27 Januari 2022 10:30
Danlanud Sultan Hasanuddin Resmikan Kantor Sathanlan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kamandan Pagkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI David Yohan Tamboto meresmikan kantor Satua...
POLITIK27 Januari 2022 00:05
Jika Terpilih, IAS Siapkan Sekretariat Demokrat Sulsel di Pusat Kota Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Jika kelak diberi amanah menjadi Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku telah menyiap...
POLITIK26 Januari 2022 20:15
Ni’matullah Ikuti Fit and Proper Test Calon Ketua Demokrat Sulsel, Begini Tanggapan AHY
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Tim 3 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mulai menggelar fit and proper test calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
PENDIDIKAN26 Januari 2022 19:04
Rektor UNM Jadi Pengurus Pusat PII, Siap Kembangkan Profesi Insinyur
JAKARTA, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Profesor Husain Syam mendapat amanah baru sebagai Pengurus Pusat Persatuan Insinyur ...